Kamis, 07 MEI 2026 • 12:00 WIB

Kahiyang Ayu Hadiri Seminar Literasi, Ibu Diajak Jadi Penggerak Generasi Emas

Author

Ketua Dewan Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Evi Novida Ginting, Rabu (6/5/2026). (Pemprov Sumut) 

Sumatera Utara - Peningkatan literasi anak menjadi perhatian penting dalam Seminar Parenting yang digelar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sumatera Utara di Medan, Rabu (6/5/2026).

Kegiatan bertema “Sumut Cerdas Berliterasi: Membangun Generasi Emas yang Inovatif” tersebut menghadirkan berbagai pembicara yang membahas pentingnya peran keluarga dalam membentuk budaya literasi sejak dini.

Ketua Dewan Penasehat DWP Sumut, Evi Novida Ginting, mengajak para ibu untuk lebih aktif membangun kebiasaan membaca di lingkungan keluarga.

Baca juga: Dana Rp443 Miliar Digelontorkan, Bobby Ingatkan Keseimbangan Fiskal Daerah

Menurutnya, literasi saat ini tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis. Lebih dari itu, literasi juga berkaitan dengan kemampuan memahami informasi dan berpikir kritis.

Seminar yang turut dihadiri Penasihat DWP Sumut Kahiyang Ayu tersebut menekankan bahwa ibu memiliki posisi penting sebagai madrasah pertama bagi anak-anaknya.

Karena itu, orang tua dinilai perlu terus meningkatkan wawasan dan pengetahuan agar mampu mengikuti perkembangan zaman, terutama di tengah derasnya arus teknologi.

Evi menilai pola pengasuhan lama tidak lagi cukup untuk menghadapi tantangan masa kini. Orang tua harus terus belajar agar dapat mendampingi anak secara tepat.

Dalam seminar itu, Psikolog Herlina Sri Hastuty turut membagikan sejumlah tips untuk menumbuhkan minat baca pada anak sejak dini.

Baca juga: Momentum Pengajian Akbar, Sumut Gaungkan Perlawanan terhadap Bencana dan Narkoba

Ia menjelaskan bahwa anak yang gemar membaca umumnya memiliki kemampuan berpikir lebih baik dan lebih mudah mengekspresikan diri.

Beberapa strategi yang disarankan di antaranya membaca bersama keluarga, menggunakan buku interaktif, audiobook, hingga memanfaatkan dongeng sebagai sarana belajar yang menyenangkan.

Selain itu, akademisi Doris Apriani Ritonga juga memberikan pemaparan mengenai pentingnya membangun struktur berpikir kognitif dan inovasi anak di lingkungan keluarga.

Ia menilai peningkatan literasi membutuhkan kerja sama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat. Pemanfaatan teknologi secara positif juga dianggap penting untuk mendukung proses belajar anak.

Menurut Doris, ibu-ibu Dharma Wanita dapat menjadi fasilitator literasi di lingkungan masing-masing sehingga budaya membaca semakin berkembang.

Seminar ini diharapkan mampu mendorong lahirnya generasi muda Sumatera Utara yang lebih inovatif, kritis, dan siap menghadapi perkembangan zaman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU