Sumatera Utara - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama Pemerintah Kota Tanjungbalai memperkuat kerja sama dalam menjaga keamanan wilayah dari berbagai ancaman sosial, terutama peredaran narkotika.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan patroli gabungan berskala besar yang diawali dengan apel bersama di Kantor Wali Kota Tanjungbalai.
Kegiatan ini difokuskan pada pengawasan sejumlah titik yang dianggap rawan menjadi jalur masuk narkoba ke wilayah Sumatera Utara. Pengawasan dilakukan baik melalui akses darat maupun laut.
Selain itu, patroli juga menyasar lokasi yang berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban dan keamanan masyarakat. Aktivitas kenakalan remaja dan geng motor turut menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut.
Kepala Kesbangpol Provinsi Sumatera Utara Mulyono menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga generasi muda dari bahaya narkoba.
Baca juga: Dua Kemenangan Beruntun, Bobby Nasution Ingatkan Timnas U19 soal "Sengatan" Vietnam
Menurutnya, penyalahgunaan narkotika menjadi ancaman serius yang harus ditangani secara bersama-sama oleh seluruh pihak terkait.
Ia mengapresiasi Pemerintah Kota Tanjungbalai yang dinilai aktif membangun kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam upaya pencegahan tersebut.
Mulyono menegaskan bahwa narkoba merupakan musuh bersama. Karena itu, diperlukan gerakan yang masif untuk menekan peredarannya hingga seminimal mungkin.
Senada dengan itu, Kepala Satpol PP Provinsi Sumatera Utara Moettaqien Hasrimi menilai keberhasilan patroli gabungan sangat bergantung pada kekompakan seluruh unsur yang terlibat.
Patroli tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari Satpol PP Provinsi Sumut, Satpol PP Kota Tanjungbalai, TNI, Polri, BNN hingga unsur kesehatan.
Menurut Moettaqien, berbagai persoalan sosial yang melibatkan remaja sering kali berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba. Karena itu, upaya pencegahan perlu dilakukan secara terpadu.
Melalui patroli lintas instansi ini, ruang gerak pelaku kejahatan narkotika diharapkan semakin terbatas. Di sisi lain, pendekatan humanis juga diterapkan sebagai sarana edukasi kepada masyarakat.
Baca juga: Konflik Sejak 1972 di Padang Halaban Akhirnya Mengarah pada Penyelesaian Tuntas
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA