Sumatera Utara - Komitmen Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution untuk berkantor langsung di Kepulauan Nias diwujudkan melalui berbagai agenda pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Selama berada di wilayah kepulauan tersebut, fokus utama diarahkan pada percepatan pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan pendidikan, penguatan sektor kesehatan, hingga penyediaan fasilitas pendukung logistik.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumatera Utara Erwin Hotmansah Harahap mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Sumut mempercepat pemerataan pembangunan di Kepulauan Nias.
Menurut Erwin, Gubernur Bobby Nasution memberikan perhatian khusus pada tiga sektor utama, yaitu pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, peningkatan kualitas pendidikan, serta penguatan pelayanan kesehatan masyarakat.
Di sektor infrastruktur, Pemprov Sumut memastikan pembangunan ruas jalan strategis yang menghubungkan Kabupaten Nias Selatan dan Kabupaten Nias Barat di jalur pantai barat akan mulai dikerjakan pada Agustus 2026. Kepastian itu diperoleh setelah gubernur meninjau langsung kondisi jalan dari Desa Silimbowo Siwalawa, Kecamatan Lolowau, hingga Kecamatan Sirombu.
Baca juga: Sulaiman Harahap Apresiasi Kehadiran Pulau Pinang di PRSU, Kolaborasi Lintas Negara Kian Terbuka
Hasil peninjauan menunjukkan sebagian ruas jalan mengalami kerusakan cukup parah sehingga menghambat mobilitas masyarakat. Karena itu, pembangunan tahap awal diprioritaskan sepanjang 2,3 kilometer sebagai langkah awal perbaikan jalur tersebut.
Selain jalan, pemerintah juga menerima berbagai aspirasi masyarakat mengenai kebutuhan pembangunan jaringan irigasi yang mengairi sekitar 500 hektare lahan persawahan. Saat ini sebagian besar saluran irigasi belum berfungsi optimal akibat terbatasnya pasokan air.
Perhatian terhadap infrastruktur juga diberikan di Kota Gunungsitoli. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memastikan perbaikan lantai Jembatan Sungai Mo'awo di Jalan Yos Sudarso mulai dilaksanakan tahun ini agar arus lalu lintas menjadi lebih lancar sekaligus meningkatkan konektivitas menuju Kabupaten Nias Utara.
Pada bidang pendidikan, Pemprov Sumut melakukan relokasi sekaligus rekonstruksi SMK Negeri 1 Gido di Kabupaten Nias. Sekolah tersebut dipindahkan ke Desa Somi di atas lahan hibah masyarakat seluas dua hektare karena lokasi sebelumnya berada di kawasan rawan banjir dan dekat muara.
Pembangunan tahap pertama sekolah dengan program keahlian agribisnis perikanan air tawar itu ditargetkan selesai pada November 2026. Fasilitas yang dibangun meliputi ruang praktik, sumur bor, serta dukungan beasiswa kuliah bagi tiga siswa berprestasi.
Pemprov Sumut juga mengalokasikan hibah sebesar Rp5 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Nias untuk menyelesaikan pembangunan akses jalan menuju lokasi baru SMKN 1 Gido. Langkah tersebut diharapkan dapat menunjang aktivitas belajar mengajar setelah sekolah mulai digunakan.
Selain itu, pembangunan kembali SMAN Unggulan Sukma Nias di Kota Gunungsitoli juga terus dipercepat. Proyek senilai Rp87 miliar tersebut ditargetkan rampung pada Desember 2026 sehingga fasilitas asrama dan laboratorium baru dapat dimanfaatkan siswa mulai Januari 2027.
Baca juga: Ribuan Warga Padati Alun-alun Gunungsitoli, Final Piala Dunia 2026 Jadi Ajang Silaturahmi
Di sektor kesehatan, peningkatan status Puskesmas Mandrehe di Kabupaten Nias Barat menjadi salah satu program prioritas. Puskesmas tersebut akan dikembangkan menjadi fasilitas rawat inap dengan penambahan kapasitas tempat tidur dari dua menjadi 10 unit, sekaligus dilengkapi ruang persalinan dan alat USG 4D.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA