Sumatera Utara - Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution memastikan pembangunan Jembatan Sungai Mo'awo di Kota Gunungsitoli akan mulai dikerjakan pada tahun ini. Ia mengajak seluruh masyarakat ikut mengawal proses pelaksanaan proyek agar berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi kepentingan publik.
Kepastian tersebut disampaikan Bobby saat meninjau langsung kondisi Jembatan Sungai Mo'awo di Jalan Yos Sudarso, Gamo, Kota Gunungsitoli, Rabu (15/7/2026). Dalam kunjungan itu, ia didampingi Wali Kota Gunungsitoli Sowa'a Laoli, Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah terkait.
Selama berada di lokasi, Bobby melihat secara langsung kondisi jembatan yang mengalami kerusakan cukup parah. Kerusakan pada lantai jembatan dinilai mengganggu kelancaran arus lalu lintas sekaligus membahayakan masyarakat yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
Selain meninjau bagian jembatan yang rusak, Bobby juga melihat area lain yang akan menjadi bagian dari pekerjaan pembangunan tahun ini. Peninjauan tersebut sekaligus menjadi langkah awal sebelum proyek mulai dilaksanakan.
Baca juga: Bobby Nasution Ingin Dana Transfer Daerah 2027 Tetap Optimal untuk Rehabilitasi Pascabencana
Dalam kesempatan itu, Bobby berdialog dengan masyarakat yang hadir. Warga menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari kebutuhan fasilitas bagi nelayan, sarana tambat kapal, hingga pembangunan pemecah ombak.
Meski beragam usulan disampaikan, mayoritas warga berharap pembangunan Jembatan Sungai Mo'awo dapat segera direalisasikan. Jembatan tersebut merupakan akses penting yang menghubungkan Kota Gunungsitoli dengan Kabupaten Nias Utara.
"Saya tahu ini kondisinya sudah memprihatinkan, makanya tahun ini segera kita kerjakan. Saya minta dukungan dari semuanya, agar ini berjalan lancar," ujar Bobby Nasution.
Ia juga meminta seluruh masyarakat memberikan dukungan terhadap proses pembangunan. Menurut Bobby, proyek tersebut sebenarnya telah direncanakan sejak tahun lalu, namun pelaksanaannya harus tertunda karena berbagai kendala.
"Banyak orang tidak percaya, tetapi saya sudah bertekad ingin membangun (Kepulauan) Nias. Kalau ada yang mencibir, mengejek, bagi saya tidak masalah. Karena kami hadir atas nama pemerintah, dan saya menjalankan tugas negara untuk hadir di sini. Kuncinya, jangan sampai dihalang-halangi," katanya.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah beberapa warga menyampaikan kekhawatiran bahwa pembangunan jembatan dapat memengaruhi usaha maupun mata pencaharian mereka selama proses pekerjaan berlangsung.
Menanggapi hal tersebut, Bobby menegaskan pembangunan dilakukan untuk kepentingan masyarakat luas. Ia juga memastikan pemerintah akan mencari solusi apabila terdapat dampak yang dirasakan warga selama proyek berjalan.
"Saya tidak berfikir untuk satu orang, tetapi ini kepentingan masyarakat luas. Jadi jangan karena oknum tertentu, urusan publik terhalang. Jika ada yang belum selesai, kita bisa carikan solusi bersama. Saya juga tidak mau ada masyarakat yang ekonominya terganggu (hilang) akibat pembangunan. Tetapi memang ada dampaknya, dan kita bisa buatkan alternatif sementara selama pekerjaan berlangsung," tegas Bobby.
Selain persoalan jembatan, Bobby turut menanggapi usulan mengenai peningkatan fasilitas bagi nelayan. Ia meminta organisasi perangkat daerah terkait melakukan pembahasan bersama pemerintah daerah dan perwakilan nelayan sebelum menentukan langkah yang akan diambil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA