Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 22 JULI 2026 • 19:00 WIB

SIPANDA Jadi Andalan Baru PKK Sumut, Kahiyang Ayu Dorong Administrasi Lebih Modern

SIPANDA Jadi Andalan Baru PKK Sumut, Kahiyang Ayu Dorong Administrasi Lebih ModernKahiyang Ayu saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) PKK Kabupaten/Kota se-Sumut sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan kompetensi pengurus serta kader PKK, Selasa malam (21/7/2026). (Pemprov Sumut)

Sumatera Utara - Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Sumatera Utara, Kahiyang Ayu, membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) PKK Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara sebagai langkah memperkuat kapasitas para pengurus dan kader PKK di seluruh daerah.

Kegiatan yang berlangsung pada 21–23 Juli 2026 di Hotel Grand Aston tersebut diikuti seluruh Ketua TP PKK kabupaten/kota se-Sumut. Turut hadir Staf Ahli I TP PKK Sumut Titiek Sugiharti serta sejumlah narasumber yang memberikan materi kepada peserta.

Menurut Kahiyang Ayu, pelaksanaan bimtek menjadi kesempatan penting untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus memperkuat koordinasi antarpengurus PKK agar pelaksanaan program di setiap daerah semakin optimal.

Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kegiatan tersebut dengan baik dan menyerap setiap materi yang disampaikan oleh para narasumber.

"Harapan terlaksananya Bimtek ini, ilmu yang diberikan oleh narasumber dapat diserap sebanyak-banyaknya oleh seluruh peserta," ujar Kahiyang.

Baca juga: Bobby Nasution Percepat Penanganan Pasien Tumor Ganas di Nias Selatan Lewat Layanan Pemprov

Selain menjadi ajang peningkatan kapasitas, kegiatan ini juga diarahkan untuk membangun komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan program PKK di tingkat kabupaten maupun kota.

Pada kesempatan tersebut, Kahiyang Ayu turut memperkenalkan Sistem Informasi Pelaporan dan Data (SIPANDA), sebuah aplikasi digital yang dikembangkan TP PKK Sumut untuk mendukung tertib administrasi organisasi.

Melalui SIPANDA, proses pelaporan kegiatan diharapkan menjadi lebih cepat, lebih mudah, dan lebih terintegrasi. Aplikasi ini juga mendukung penerapan sistem paperless bagi pengurus PKK mulai dari tingkat kabupaten dan kota hingga kelurahan.

Kahiyang menilai pemanfaatan teknologi menjadi salah satu langkah penting agar administrasi organisasi dapat berjalan lebih efektif tanpa mengurangi kualitas pelaporan maupun koordinasi antarjenjang kepengurusan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber yang telah berbagi pengetahuan dan pengalaman selama pelaksanaan bimtek berlangsung.

Salah satu materi disampaikan oleh Direktorat Fasilitasi Lembaga Kemasyarakatan dan Adat Desa, Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga, serta Pos Pelayanan Terpadu, Nitta Rosalin. Dalam paparannya, Nitta menjelaskan mengenai Gerakan PKK, tugas dan fungsi organisasi, hingga mekanisme kelembagaan PKK.

Menurut Nitta, PKK merupakan organisasi kemasyarakatan dengan jangkauan paling luas di Indonesia. Sejak dibentuk pada 1967, PKK telah berkembang hingga tingkat keluarga dan menjadi wadah pemberdayaan masyarakat di berbagai daerah.

Baca juga: Akses Jalur Barat Nias Mulai Dibenahi, Bobby Nasution Targetkan Pekerjaan Dimulai Agustus

Ia menyebutkan saat ini terdapat 91.600 lembaga TP PKK, sekitar 2,079 juta kelompok PKK, serta 6,364 juta kader yang aktif menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat di seluruh Indonesia.

Selain memperkuat pemahaman mengenai organisasi, bimtek juga bertujuan menyamakan persepsi seluruh pengurus dalam menindaklanjuti hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) X PKK.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

SIPANDA Jadi Andalan Baru PKK Sumut, Kahiyang Ayu Dorong Administrasi Lebih Modern

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!