Sumatera Utara - Keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik bergilir di berbagai daerah Sumatera Utara mendapat perhatian langsung dari Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution. Menurutnya, gangguan pasokan listrik yang terjadi dalam beberapa hari terakhir telah menimbulkan kerugian bagi warga.
Hal tersebut disampaikan Bobby Nasution saat melakukan kunjungan ke Kantor PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban Sumatera Bagian Utara (UP2B Sumbagut) di Jalan Yos Sudarso, Medan, Senin (8/6/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Bobby bertemu dengan jajaran PLN, termasuk General Manager PLN UID Sumut Mundakhir Salman, General Manager PLN UIP3B Sumatera Amiruddin, dan Manager UP2B Sumbagut August Achilles.
Baca juga: Stadion Penuh, Timnas U-19 Berhasil Taklukkan Vietnam 2-1
Menurut Bobby, salah satu persoalan yang banyak dikeluhkan masyarakat bukan hanya terkait pemadaman listrik, tetapi juga minimnya informasi yang diterima pelanggan mengenai jadwal dan wilayah yang terdampak.
Ia menilai masyarakat tidak memperoleh pemberitahuan yang memadai sehingga tidak memiliki kesempatan melakukan persiapan sebelum listrik padam.
Kondisi tersebut dinilai semakin berat bagi pelaku usaha kecil yang aktivitasnya sangat bergantung pada ketersediaan listrik setiap hari.
Bobby menyampaikan bahwa masyarakat sebenarnya dapat memahami situasi darurat yang terjadi akibat kerusakan sejumlah tower transmisi listrik karena cuaca ekstrem.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa kondisi tersebut tetap harus diiringi dengan komunikasi yang baik kepada masyarakat maupun pemerintah daerah.
Menurutnya, koordinasi antara PLN dan pemerintah daerah perlu diperkuat agar informasi terkait gangguan listrik dapat disampaikan secara lebih luas kepada masyarakat.
Bobby juga meminta PLN tidak hanya memberikan penjelasan setelah muncul keluhan, tetapi lebih proaktif menyampaikan perkembangan penanganan gangguan yang terjadi.
Selain itu, Gubernur Sumut meminta PLN memberikan kompensasi kepada pelanggan yang terdampak pemadaman bergilir.
Ia menjelaskan bahwa kompensasi tidak harus diberikan dalam bentuk uang tunai. Keringanan tagihan listrik maupun potongan harga token listrik prabayar dapat menjadi alternatif sesuai ketentuan yang berlaku.
Bobby menilai pelanggan berhak memperoleh perhatian atas kerugian yang dialami akibat gangguan layanan tersebut.
Sementara itu, General Manager PLN UID Sumut Mundakhir Salman menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan yang terjadi.
Baca juga: Patroli Gabungan Menyasar Tempat Hiburan untuk Cegah Penyalahgunaan Narkoba
Ia menjelaskan bahwa PLN saat ini terus mempercepat perbaikan terhadap 12 tower SUTET yang mengalami kerusakan.
Terkait usulan kompensasi, pihak PLN akan meneruskan masukan tersebut kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral karena kewenangan penetapannya berada di pemerintah pusat.
PLN juga menargetkan proses perbaikan jaringan dapat diselesaikan dalam waktu dua hingga tiga hari sehingga pasokan listrik kembali normal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA