Sumatera Utara - Sumatera Investment Day (SID) 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi investasi di Pulau Sumatera. Melalui forum ini, sepuluh pemerintah provinsi bersama para investor dan pemangku kepentingan berkumpul guna mempromosikan berbagai potensi unggulan yang dimiliki kawasan tersebut.
Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Hotel Adimulia, Medan, Kamis (23/7/2026), mengangkat tema "Invest, Innovate, Inspire, Advancing Sumatra Through Downstream Industry and Tourism Excellence". Forum ini menjadi wadah memperkenalkan proyek-proyek investasi strategis sekaligus mempererat kerja sama antardaerah.
Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, melalui Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sulaiman Harahap, mengajak seluruh provinsi di Pulau Sumatera memperkuat sinergi dalam pengembangan hilirisasi industri dan sektor pariwisata sebagai langkah mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Sulaiman menegaskan bahwa Sumatera memiliki modal besar untuk berkembang sebagai kawasan investasi unggulan. Potensi tersebut didukung oleh sumber daya alam yang melimpah, letak geografis yang strategis, serta pembangunan infrastruktur yang terus berlangsung.
Baca juga: Surya Ingin Museum Pusaka Nias Mendunia, Warisan Budaya Ono Niha Jadi Andalan Wisata
Menurutnya, pengembangan ekonomi Sumatera tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Karena itu, seluruh provinsi perlu membangun kolaborasi agar manfaat investasi dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.
Ia menekankan bahwa SID 2026 bukan sekadar forum yang membahas kepentingan satu daerah, melainkan ruang bersama untuk membangun kawasan Sumatera yang tumbuh secara terintegrasi dan saling mendukung.
Pada penyelenggaraan tahun ini, sebanyak 19 proyek investasi unggulan dari sepuluh provinsi diperkenalkan kepada investor dalam dan luar negeri. Berbagai proyek tersebut diharapkan mampu menarik minat investasi baru di berbagai sektor strategis.
Khusus Sumatera Utara, sejumlah proyek yang dipromosikan meliputi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kawasan Industri Medan (KIM), Airport City Kualanamu, serta kawasan wisata Toba Caldera Resort.
Sulaiman juga menyampaikan bahwa pemerintah tidak hanya mengejar besarnya nilai investasi yang masuk. Lebih dari itu, investasi diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, memperluas transfer teknologi, memperkuat pelaku UMKM, serta tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
Ia menambahkan, SID 2026 sekaligus menjadi bagian dari persiapan menuju program Visit Sumatra 2028. Melalui program tersebut, pemerintah ingin menghadirkan Pulau Sumatera sebagai satu destinasi wisata yang saling terhubung, mulai dari Danau Toba, Belitung, Batam hingga Bukittinggi. Karena itu, pemerintah daerah juga didorong terus memberikan kemudahan perizinan serta kepastian hukum bagi para investor.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut Ameriza M. Moesa menyampaikan apresiasi atas kolaborasi seluruh pihak dalam penyelenggaraan SID 2026. Ia mengatakan kondisi makroekonomi Sumatera saat ini berada pada level yang baik. Pada triwulan I-2026, ekonomi Sumatera tumbuh sebesar 5,13 persen dan diperkirakan tetap berada di atas lima persen hingga akhir tahun, sementara inflasi diproyeksikan tetap berada dalam sasaran 2,5±1 persen.
Baca juga: Surya Pastikan Pembangunan SMK di Nias Maksimal Demi Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Ameriza juga menjelaskan bahwa Bank Indonesia bersama pemerintah daerah telah melakukan penjaringan terhadap 84 proyek investasi melalui skema Clean and Clear. Proyek-proyek tersebut kemudian dipersiapkan menjadi proyek siap ditawarkan kepada investor potensial dari Tiongkok, Korea Selatan, Amerika Serikat, Singapura, Malaysia, Jepang, hingga India melalui fasilitasi one-on-one meeting.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA