Kamis, 23 APRIL 2026 • 10:55 WIB

Bobby Lepas 1.050 Ton Cabai, Upaya Jaga Harga dan Bantu Petani

Author

Bobby Nasution saat melepas pengantaran cabai merah di Halaman Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Rabu (22/4/2026). (Pemprov Sumut) 

Sumatera Utara - Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution melepas pengiriman cabai merah sebanyak 1.050 ton dari Kabupaten Karo ke Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Langkah ini merupakan bagian dari kerja sama antardaerah.

Pelepasan dilakukan di halaman Kantor Gubernur Sumut, Medan. Program ini bertujuan menjaga keseimbangan pasokan antara daerah penghasil dan daerah yang membutuhkan.

Bobby menjelaskan bahwa kerja sama antardaerah atau KAD memiliki peran penting dalam mengendalikan inflasi. Selain itu, program ini juga membantu menjaga stabilitas harga.

Baca juga: Jembatan Roboh di Medan Polonia Ditinjau Rico Waas, Akses Warga Segera Dipulihkan

Menurutnya, KAD tidak hanya berdampak pada konsumen, tetapi juga memberikan keuntungan bagi petani. Pendapatan petani diharapkan meningkat melalui program ini.

Ia juga mendorong agar kerja sama ini dijadikan program unggulan oleh daerah. Komitmen antarwilayah menjadi kunci keberhasilan pelaksanaannya.

Pemprov Sumut sendiri menargetkan implementasi KAD di 12 kabupaten/kota. Target ini diharapkan mampu memperluas manfaat program bagi masyarakat.

Bobby menegaskan bahwa program ini murni bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Ia menyebut langkah tersebut sebagai terobosan yang memberi dampak langsung.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya komitmen dari pemerintah daerah dan petani. Hal ini diperlukan agar distribusi berjalan lancar dan harga tetap stabil.

Ia juga memastikan bahwa pengiriman cabai tidak akan mengganggu pasokan di Sumut. Ketersediaan dinilai masih mencukupi, terutama setelah periode hari besar keagamaan.

Wakil Bupati Karo Komando Tarigan menjelaskan bahwa kerja sama dengan Palangkaraya baru dimulai tahun ini. Pengiriman saat ini merupakan tahap ketiga.

Baca juga: Rico Waas Minta Hasil Nyata dalam 6 Bulan dari Pejabat Baru

Total cabai merah yang dikirim mencapai 1.050 ton dalam tiga tahap. Program ini dinilai sangat membantu petani, terutama saat harga sempat turun.

Sebelumnya, harga cabai di tingkat petani sempat berada di angka Rp9.000 per kilogram. Setelah adanya KAD, harga meningkat hingga Rp25.000 per kilogram.

Kabupaten Karo sendiri merupakan salah satu sentra produksi cabai merah di Sumut dengan luas lahan sekitar 4.000 hektare.

Ketua Gapoktan Terpuk Sisiwa, Pedoman Ginting, menyebut program ini berdampak positif. Harga cabai mulai stabil dan memberikan keuntungan bagi petani.

Ia menjelaskan bahwa kelompok taninya mampu memproduksi 3–4 ton cabai per hari. Dengan harga kesepakatan Rp21.000 per kilogram, petani masih memperoleh keuntungan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU