Sumatera Utara - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Sumatera Utara tahun 2027 menjadi momentum penting dalam menentukan arah pembangunan daerah ke depan. Dalam forum tersebut, Gubernur Sumut Bobby Nasution menegaskan fokus pembangunan pada enam basis utama.
Enam fokus tersebut meliputi akselerasi pertumbuhan berkualitas, peningkatan produktivitas, peningkatan investasi, pengembangan industri berbasis potensi daerah, penguatan daya saing, serta pemulihan pascabencana.
Pemaparan ini disampaikan Bobby saat membuka Musrenbang di Hotel Santika Dyandra, Medan. Ia menekankan bahwa seluruh program yang dirancang harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Salah satu perhatian utama dalam rencana pembangunan tersebut adalah wilayah Kepulauan Nias. Bobby menyebut kawasan ini menjadi prioritas untuk percepatan pembangunan.
Baca juga: Disnaker Sumut Desak Evaluasi Outsourcing, Pelanggaran Pekerja Disorot
Menurutnya, langkah ini penting untuk mengurangi kesenjangan antarwilayah yang selama ini masih terjadi. Nias dinilai memiliki potensi besar yang perlu didorong secara maksimal.
Dalam pengembangannya, Pemprov Sumut menetapkan tiga klaster utama di Kepulauan Nias, yaitu kawasan produksi, logistik, dan pariwisata. Ketiganya diharapkan saling mendukung pertumbuhan ekonomi.
Pada sektor logistik, pembangunan pergudangan menjadi perhatian utama. Termasuk di dalamnya cold storage yang berfungsi menjaga ketersediaan stok barang di satu titik distribusi.
Bobby menjelaskan bahwa rencana pembangunan 2027 merupakan kelanjutan dari program yang telah berjalan sejak 2025. Fase ini diarahkan sebagai ekspansi agar dampaknya lebih luas hingga tahun 2029.
Selain pembangunan fisik, kebijakan pendidikan juga menjadi perhatian. Pemprov Sumut akan menerapkan program sekolah gratis yang dimulai pada tahun ajaran baru 2026.
Baca juga: Kloter Perdana Haji Sumut Berangkat, Jemaah Diminta Jaga Nama Baik Daerah
Program tersebut awalnya difokuskan di Kepulauan Nias. Namun, akibat bencana yang terjadi di akhir 2025, cakupan program diperluas ke wilayah terdampak lainnya.
Dalam sektor kesehatan, pemerintah juga menyiapkan beasiswa bagi calon dokter spesialis. Penempatan tenaga medis ini diprioritaskan untuk wilayah Kepulauan Nias.
Saat ini, tercatat sebanyak 18 dokter tengah menempuh pendidikan spesialis di Universitas Sumatera Utara sebagai bagian dari program tersebut.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menilai indikator pembangunan Sumut menunjukkan tren positif. Meski demikian, ia menekankan pentingnya pemerataan pembangunan.
Ia juga menyoroti capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumut yang berada di angka 76,47, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional sebesar 75,90.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA