Rabu, 16 JULI 2025 • 12:41 WIB

10 Jenis Ulos di Adat Batak Toba, Punya Makna Sangat Mendalam

Author

pria dan wanita menggunakan ulos dari Batak Toba (Instagram/Alwin)

Sumatera Utara - Kalau kamu pernah menghadiri acara adat Batak Toba, pasti sering melihat orang-orang memakai kain tenun indah. Kain tersebut adalah bernama ulos. Nah, ulos ini bukan sekadar kain biasa, lho. Ia punya nilai sakral, filosofi mendalam, dan cerita di setiap motifnya. Bagi orang Batak, ulos adalah simbol kasih sayang, perlindungan, dan penghormatan.  

Bayangkan, setiap helai benang dalam ulos ditenun dengan tangan, membutuhkan waktu dan kesabaran. Proses pembuatannya sendiri sudah penuh makna—seperti hubungan dalam keluarga Batak yang harus kuat dan saling menyayangi. Tanpa berlama-lama lagi, berikut jenis-jenis ulos di adat Batak Toba dan pengertiannya.

1. Ulos Ragidup 

Puteri Sumatera Utara menenun ulos dengan tenun gendong (Budaya Sumut)
Ulos Ragidup yang berarti "pohon kehidupan". Kain ini dipakai sebagai tali-tali atau selendang dalam acara adat penting. Selain itu, kain ini diberikan dalam pernikahan sebagai simbol doa agar kedua pasangan dikaruniai keturunan dan rumah tangga yang langgeng. Motifnya yang rumit mencerminkan harapan akan kehidupan yang subur dan penuh berkah. Ciri khas motif kain ini adalah vertikal dan horizontal yang kompleks, biasanya berwarna merah, hitam, dan putih.

2. Ulos Sadum

Ulos Sadum (blibli.com/Anita ulos)
Sadum atau yang arti ‘penutup’ ini mempunyai lambang sebagai perlindungan dan kehangatan. Ulos ini dipakai sebagai selendang atau penutup bahu dalam acara adat. Dalam pernikahaan, kain ini diberikan kepada pengantin wanita sebagai simbol kalau ia sudah diterima resmi menjadi bagian dalam keluarga besar suaminya. Ciri khas ulos ini berwarna merah marun dengan hiasan tenun emas atau perak.

3. Ulos Tumtuman

Ulos Tumtuman (Instagram/bogansnitorang)
Nah, untuk yang satu ini mungkin tak setenar Ragidup atau Sadum, tapi maknanya tak kalah mendalam. Ulos Tumtuman adalah kain yang melambangkan kematangan dan kebijaksanaan. Tumtuman biasanya dipakai oleh orang tua atau tetua adat sebagai simbol kedewasaan atau mereka telah melalui banyak lika-liku hidup. Dengan motif kotak-kotaknya yang sederhana tapi elegan, ulos ini diberikan kepada anak yang menikah seperti mengingatkan kalau bahwa hidup tak perlu terlalu rumit—yang penting bijak dalam mengambil langkah.

4. Ulos Saput (Ulos Tujung)

Tidak semua ulos dipakai sehari-hari. Beberapa jenis ulos di Batak Toba justru dikhususkan untuk momen sakral. Contohnya adalah ulos saput ini. Kain saput sering dipakai dalam upacara kematian (mangongkal holi). Warna putih atau hitamnya yang polos melambangkan kesederhanaan dan penghormatan terakhir kepada yang meninggal. Ulos ini diberikan kepada orang yang berduka sebagai simbol dukungan. 

Baca juga: BNN Kota Medan Segera Dibentuk, Pemko Fokus Berantas Narkoba

5. Ulos Bintang Maratur

Seperti namanya, ulos ini punya makna bintang maratur atau bintang yang teratur untuk melambangkan harapan dan petunjuk hidup. Dengan motif bintangnya yang rapi bergaris simetris umumnya berwarna merah, hitam, dan emas, kain ini biasanya dipakai oleh pemimpin adat. Kain ini melambangkan harapan agar pemimpin tersebut bisa membawa terang bagi masyarakat. Ulos bintang maratur dipakai dalam upacara adat besar seperti pelantikan raja atau pemimpin atau diberikan sebagai penghormatan kepada orang yang berjasa.

6. Ulos Parompa (Ulos Pansamot)

Pernah lihat orang Batak menggendong bayi dengan kain tenun? Itu biasanya Ulos Parompa atau berarti ‘gendongan’. Kain panjang dengan motif sederhana dan warna cerah ini melambangkan kasih sayang orang tua yang mengayomi anaknya. Ketika seorang ibu atau nenek memberikan Ulos Parompa kepada anaknya yang baru menikah, itu seperti pesan: "Kelak, jadilah orang tua yang penyayang seperti kami."  

7. Ulos Sibolang

Jika ulos lain sering dipakai di acara besar, ulos sibolang justru lebih fleksibel. Kain ini melambangkan kesetiaan dan kesederhanaan, cocok dipakai sehari-hari atau dalam acara semi-formal. Warnanya yang cerah dengan motif garis-garis tegas, kain memberi kesan ceria tapi tetap bermartabat. Ulos sibolang diberikan kepada anak atau keluarga sebagai tanda kasih sayang.

8. Ulos Ragihotang

Seperti namanya yang berarti "akar yang hidup", ulos ragihotang melambangkan keteguhan dan kekuatan yang tak mudah goyah. Kain ini sering dipakai oleh tokoh adat atau diberikan kepada seseorang yang dihormati. Dipakai saat upacara kematian, ulos ini memiliki warna yang dominan hitam dengan motif geometris tegas yang seolah mengatakan, "Hidup ini penuh tantangan, tapi kita harus tetap kuat seperti akar yang mencengkeram tanah."

9. Ulos Mangiring

Ulos ini dinamai dari motif ragi (corak) yang saling beriringan, melambangkan harapan agar anak yang baru lahir kelak diikuti oleh adik-adiknya. Ulos mangiring biasanya diberikan kepada anak pertama sebagai doa kesuburan dan penjaga tradisi keluarga. 

Ulos ini digunakan sebagai gendongan bayi oleh orang tua kepada cucu. Selain itu, ia juga dipakai sebagai tutup kepala (saong untuk wanita atau tali-tali untuk pria). Fakta uniknya, dalam upacara mampe goar (pemberian nama), Ulos Mangiring bisa menjadi ulos bulang-bulang yang diberikan pihak keluarga istri kepada menantu.

Baca juga: Menteri HAM Tekankan Persatuan dan Kebersamaan antar Kementerian

10. Ulos Antak-antak

Berbeda dengan Ulos Sibolang yang dipakai keluarga berduka, Ulos Antak-antak justru dikenakan tamu pelayat sebagai tanda belasungkawa. Ulos antak-antak digunakan saat melayat (manortor/menari) oleh orang tua. Warna gelapnya (hitam atau biru tua) mencerminkan kesedihan.

Meskipun zaman sudah modern, ulos tetap dipakai dalam berbagai acara adat Batak. Bahkan, sekarang banyak desainer yang mengolahnya jadi fashion kekinian tanpa menghilangkan makna aslinya.  

Yang menarik, pemberian Ulos tidak boleh sembarangan. Ada tata cara dan makna di balik setiap jenisnya. Seperti pepatah Batak mengatakan: "Ulos dohot Hata, ndang boi pola bura" (Ulos dan kata-kata, tidak boleh diberikan sembarangan). Jadi bagaimana lae (panggilan akrab Budaya Batak), sekarang udah tahu kan apa aja jenis kain ulos di Batak Toba. Yuk, share pendapatmu tentang kain-kain di atas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU