Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 22 JANUARI 2026 • 09:40 WIB

Mengenal Tari Karo:  Dari Piso Surit hingga Lima Serangkai

Mengenal Tari Karo:  Dari Piso Surit hingga Lima Serangkaiorang sedang menarikan tarian dari budaya Karo yang ada di Sumatera Utara. (Berastagi Today) 

Sumatera Utara - Bagi siapa pun yang berkunjung ke Tanah Karo, Sumatera Utara, pasti akan terpikat dengan keindahan budaya lokal yang kaya dan penuh cerita. Salah satu kekayaan budaya yang paling memukau adalah tari adat Karo, atau dalam bahasa setempat disebut "landek." Tarian-tarian tradisional ini bukan sekadar gerak indah semata, melainkan cerminan dari jiwa, nilai-nilai, dan pengalaman hidup masyarakat Karo yang telah diwariskan turun-temurun.

Ragam Tari yang Memukau

Suku Karo memiliki beragam tarian yang masing-masing punya fungsi dan makna tersendiri. Secara umum, tari adat Karo terbagi menjadi tiga kategori: tari ritual (untuk upacara adat), tari khusus, dan tari hiburan yang tampil pada perayaan rakyat. Dari sekian banyak jenis tari Karo, ada beberapa yang paling terkenal dan sering dipentaskan.

Tari Piso Surit adalah salah satu tari penyambutan paling terkenal yang biasanya ditampilkan untuk menyambut tamu kehormatan. Tarian ini terinspirasi dari kicauan merdu burung pincala, dengan cerita yang menyentuh hati tentang seorang gadis yang menunggu kedatangan kekasihnya. Gerakan dalam tarian ini sangat gemulai dan penuh emosi, menggambarkan perasaan penantian yang panjang dan menyedihkan.​

Kemudian ada Tari Lima Serangkai, tari hiburan yang sudah ada sejak tahun 1956 dan selalu tampil pada acara-acara adat seperti Guro-guro Aron (pesta kerja sama) atau Kerja Tahun. Tarian ini dimainkan oleh lima pasang muda-mudi yang belum menikah, menampilkan kisah pergaulan ramah-tamah antara pemuda dan pemudi Karo dalam menjalin hubungan hingga ke jenjang pernikahan.

Tari Gundala-Gundala adalah tari ritual yang unik karena melibatkan penggunaan topeng kayu dan menceritakan kisah pertempuran keluarga kerajaan dengan burung mitologi. Dulunya, tarian ini dipercaya mampu memanggil turun hujan pada masa kemarau berkepanjangan.

Gerakan yang Bermakna Mendalam

Mengenal Tari Karo:  Dari Piso Surit hingga Lima Serangkaiorang dulu menarikan tarian budaya adat Karo. (Miftah Nasution) 

Apa yang membuat tari Karo istimewa adalah kesederhanaan gerak yang penuh makna. Dalam bahasa Karo, posisi dasar tari disebut "cak-cak," yang mencakup tiga elemen utama: endek (gerakan naik-turun lutut), joule atau gemolong (goyangan badan yang lembut), dan tan lampir (gerakan tangan yang gemulai).

Setiap gerakan tidak asal-asalan—semuanya dirancang dengan filosofi mendalam yang mencerminkan nilai-nilai keseimbangan, kebersamaan, dan harmoni dalam kehidupan masyarakat Karo. Penari biasanya mengenakan pakaian adat lengkap, mulai dari kebaya merah menyala untuk wanita dengan hiasan kain kelam-kelam di kepala, hingga baju Teluk Belanga dan kain Beka Buluh untuk pria.

Baca juga: 10 Jenis Ulos di Adat Batak Toba, Punya Makna Sangat Mendalam

Iringan Musik Tradisional yang Khas

Tidak ada tari Karo tanpa musik tradisional yang mengiringinya. Ensambel musik khas Karo terdiri dari alat musik seperti sarune (alat musik tiup), gendang singanaki, gendang singindungi, penganak, dan gung (gong besar). Kelima instrumen ini dimainkan secara harmonis, menghasilkan ritme yang dinamis, penuh semangat, dan sangat khas. Irama musiknya yang mendayu-dayu menciptakan suasana yang sempurna untuk mengiringi setiap gerak tari.​

Baca juga: Uis Gara: Kain Tradisional Batak Karo yang Indah dan Sarat Makna

Warisan Budaya untuk Generasi Mendatang

Tari adat Karo lebih dari sekadar seni pertunjukan—ia adalah jembatan yang menghubungkan masyarakat Karo dengan nenek moyang mereka. Melalui tarian, nilai-nilai budaya, cerita cinta, harapan panen, dan kebersamaan sosial terus hidup dan berkembang. Di tengah arus globalisasi, pelestarian tari tradisional Karo menjadi sangat penting agar generasi muda tetap terhubung dengan akar budaya mereka.

Jadi, ketika kamu melihat penari Karo bergerak dengan lembut dan penuh ekspresi, ingatlah bahwa setiap gerakan adalah cerita, setiap musik adalah denyut nadi budaya, dan setiap pertunjukan adalah wujud cinta terhadap warisan leluhur. Itulah keindahan tari adat Karo—sederhana namun mendalam, lokal namun universal dalam menyampaikan kemanusiaan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Riset Penulis

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mengenal Tari Karo:  Dari Piso Surit hingga Lima Serangkai

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!