Rabu, 10 JUNI 2026 • 12:30 WIB

BPS: Ekonomi Sumut Masih Resilien Berkat Konsumsi dan Agenda Besar Daerah

Author

Asim pada Konferensi Pers yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut di Lobby Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Selasa (9/6/2026). (Pemprov Sumut) 

Sumatera Utara - Perekonomian Sumatera Utara tetap menunjukkan kinerja yang positif pada triwulan pertama tahun 2026 meskipun dunia masih menghadapi berbagai tantangan ekonomi global.

Kepala Badan Pusat Statistik Sumut Asim Saputra menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Sumut pada periode tersebut mencapai 4,98 persen secara tahunan atau year on year.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan ketahanan ekonomi daerah di tengah kondisi global yang dipengaruhi berbagai konflik internasional, termasuk yang terjadi di kawasan Timur Tengah.

Asim menjelaskan bahwa struktur ekonomi Sumut yang didominasi sektor pertanian dan perkebunan menjadi salah satu faktor yang menopang pertumbuhan tersebut.

Selain itu, ekspor Sumut yang banyak mengarah ke Amerika Serikat dan Tiongkok juga berperan dalam menjaga aktivitas ekonomi daerah.

Komoditas utama ekspor berupa lemak dan minyak hewani maupun nabati, termasuk produk berbasis crude palm oil atau CPO.

Baca juga: Medan Disiapkan Jadi Hub UMKM Sumut, Rico Waas Perkuat Kolaborasi

Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga CPO di pasar global serta pelemahan nilai tukar rupiah memberikan keuntungan bagi pelaku ekspor di Sumatera Utara.

Kondisi tersebut membuat pertumbuhan ekonomi daerah tetap berada pada jalur yang cukup baik dan dinilai resilien.

Asim juga mengungkapkan bahwa lebih dari 51 persen pertumbuhan ekonomi Sumut berasal dari konsumsi rumah tangga.

Hal itu menunjukkan daya beli masyarakat masih cukup terjaga sehingga menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah.

Karena itu, masyarakat diajak untuk terus mendukung produk UMKM agar perputaran ekonomi lokal semakin kuat.

Selain faktor konsumsi, pertumbuhan ekonomi Sumut juga ditandai dengan banyaknya penyelenggaraan kegiatan berskala nasional maupun internasional.

Beberapa di antaranya adalah Piala AFF U-19 2026, Musabaqah Tilawatil Quran, Trail of The King by UTM 2026, Pekan Raya Sumatera Utara, serta berbagai agenda lainnya.

Baca juga: Pemko Medan Optimistis Rakernas APEKSI XVIII Berjalan Lancar dan Berkesan

Menurut Asim, kehadiran berbagai kegiatan tersebut mendatangkan banyak pengunjung yang berpotensi membuka peluang usaha baru dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumut Poppy Marulita Hutagalung menyampaikan bahwa inflasi Sumut pada Mei 2026 mencapai 4,35 persen secara tahunan.

Angka tersebut meningkat dibandingkan periode sebelumnya yang berada pada level 2,92 persen.

Komoditas yang memberikan kontribusi terbesar terhadap inflasi antara lain emas perhiasan, tomat, beras, cabai merah, dan ikan dencis.

Untuk menjaga stabilitas harga, Pemprov Sumut telah menerapkan roadmap pengendalian inflasi melalui strategi 4K yang mencakup keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi efektif.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU