Senin, 08 JUNI 2026 • 12:30 WIB

Patroli Gabungan Menyasar Tempat Hiburan untuk Cegah Penyalahgunaan Narkoba

Author

Moettaqien saat memimpin apel pasukan Patroli Gabungan di Lapangan Apel Kantor Bupati Asahan, Sabtu malam (6/6/2026). (Pemprov Sumut)

Sumatera Utara - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus memperkuat langkah pencegahan terhadap peredaran narkotika di berbagai wilayah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar patroli gabungan di Kabupaten Asahan.

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Satpol PP, TNI, Polri hingga Badan Narkotika Nasional. Patroli dilakukan untuk mengawasi kawasan yang dinilai rawan menjadi jalur masuk narkoba.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen yang didorong Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution dalam memperkuat pemberantasan narkotika.

Selain mengawasi peredaran narkoba, patroli juga difokuskan pada wilayah yang berpotensi menjadi lokasi kenakalan remaja dan berbagai bentuk gangguan sosial lainnya.

Kepala Satpol PP Sumatera Utara Moettaqien Hasrimi mengatakan bahwa kondisi di Kabupaten Asahan memerlukan perhatian khusus.

Baca juga: Tabligh Akbar dan Semangat Dakwah Aisyiyah Dapat Apresiasi Pemko Medan

Berdasarkan data yang disampaikan, sepanjang Januari hingga Mei 2026 terdapat 150 kasus narkoba yang tercatat di wilayah tersebut.

Menurutnya, angka tersebut menunjukkan bahwa persoalan narkotika masih menjadi tantangan serius yang harus segera ditangani bersama.

Moettaqien menjelaskan bahwa posisi geografis Sumatera Utara yang memiliki garis pantai panjang memberikan keuntungan sekaligus tantangan tersendiri.

Di satu sisi wilayah tersebut memiliki nilai strategis, namun di sisi lain juga berpotensi dimanfaatkan oleh jaringan narkoba sebagai jalur penyelundupan.

Karena itu, patroli gabungan dilakukan di sejumlah titik, termasuk lokasi hiburan malam yang dianggap memerlukan pengawasan lebih intensif.

Selama patroli berlangsung, petugas melakukan pendataan serta tes urine terhadap sejumlah pengunjung yang berada di lokasi yang diperiksa.

Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh sampel yang diuji berada dalam kondisi negatif dan tidak ditemukan pengunjung yang positif menggunakan narkoba.

Selain narkotika, Moettaqien juga menyoroti persoalan judi online yang dinilai dapat memberikan dampak buruk bagi generasi muda.

Baca juga: Peringati HLUN ke-30, Rico Waas Kenalkan Program PKH untuk Lansia Medan

Ia menyebut remaja yang terjerumus dalam judi online berpotensi melakukan berbagai tindakan negatif, termasuk penyalahgunaan narkoba maupun tindak kriminal.

Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan sosial dan memberikan perhatian lebih terhadap perkembangan anak-anak dan remaja.

Menurutnya, menjaga generasi muda dari berbagai ancaman sosial merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU