Minggu, 07 JUNI 2026 • 08:30 WIB

Pemprov Sumut Targetkan Penanaman Mangrove 27 Hektare pada 2026

Author

Sulaiman Harahap saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2026 di KTH Wisata Hutan Pantai Romantis, Jalan Pantai Tengah Nomor 20, Desa Sei Naga Lawan, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Sergai, Sabtu (6/6/2026). (Pemprov Sumut)

Sumatera Utara - Peringatan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2026 dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan. Salah satu langkah yang kembali ditekankan adalah pentingnya penanaman pohon dan mangrove sebagai bagian dari upaya menghadapi perubahan iklim.

Hal tersebut disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Sulaiman Harahap, saat menghadiri puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup di kawasan KTH Wisata Hutan Pantai Romantis, Kabupaten Serdangbedagai.

Menurut Sulaiman, gerakan penanaman pohon dan mangrove memiliki manfaat yang sangat besar bagi lingkungan. Selain membantu menjaga keseimbangan alam, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk investasi jangka panjang untuk generasi mendatang.

Baca juga: Zakiyuddin Harahap Dukung Turnamen Padel Semarakkan HUT Kota Medan

Ia menjelaskan bahwa kawasan pesisir membutuhkan perlindungan yang berkelanjutan. Kehadiran mangrove menjadi salah satu cara untuk mengurangi dampak abrasi yang dapat mengancam wilayah pantai.

Di sisi lain, mangrove juga memiliki fungsi penting dalam menyerap karbon. Karena itu, pengembangannya dinilai mampu mendukung berbagai upaya mitigasi terhadap perubahan iklim.

Sulaiman menegaskan bahwa pembangunan ekonomi tidak boleh dipisahkan dari pelestarian lingkungan. Keduanya harus berjalan beriringan agar target pembangunan rendah karbon dan pembangunan berkelanjutan dapat tercapai.

Menurutnya, lingkungan yang terjaga dengan baik akan memberikan dampak positif terhadap kualitas hidup masyarakat. Karena itu, perhatian terhadap kelestarian alam perlu terus diperkuat.

Pada tahun 2026, Sumatera Utara menargetkan penanaman mangrove seluas 27 hektare. Program tersebut akan dilaksanakan di beberapa wilayah yang telah ditentukan.

Dari total luasan tersebut, sebanyak 12 hektare direncanakan berada di Kepulauan Nias. Sementara 15 hektare lainnya akan ditanam di Kabupaten Serdangbedagai.

Selain program penanaman mangrove, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga telah menerbitkan Surat Edaran Gubernur tentang pelaksanaan Gerakan Indonesia Asri di Sumatera Utara.

Baca juga: Tabligh Akbar dan Semangat Dakwah Aisyiyah Dapat Apresiasi Pemko Medan

Melalui gerakan tersebut, seluruh kabupaten dan kota di Sumut telah melaksanakan kegiatan gotong royong secara rutin. Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur masyarakat mulai dari ASN, pelajar, mahasiswa, dunia usaha hingga organisasi kemasyarakatan.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat yang hadir melalui video conference menyampaikan bahwa Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini mengangkat tema tentang aksi nyata menghadapi perubahan iklim demi masa depan bumi yang berkelanjutan.

Ia juga mengajak masyarakat untuk melakukan perubahan perilaku melalui kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah tangga. Menurutnya, langkah sederhana tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan.

Jumhur menambahkan bahwa dunia saat ini menghadapi tantangan besar berupa perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan polusi. Karena itu, diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat melalui aksi nyata yang berkelanjutan untuk menjawab berbagai tantangan tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU