Senin, 25 MEI 2026 • 21:22 WIB

Kolaborasi INACRAF dan PRSU 2027 Diharapkan Dongkrak UMKM Sumut

Author

Sulaiman Harahap, saat menerima audiensi pengurus Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Senin (25/5/2026). (Pemprov Sumut)

Sumatera Utara - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara membuka peluang kolaborasi besar dalam penyelenggaraan pameran kerajinan internasional INACRAF di Kota Medan. Rencana tersebut bahkan diarahkan untuk disinergikan bersama Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) tahun 2027 mendatang.

Kesiapan itu disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sulaiman Harahap saat menerima audiensi pengurus Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Senin (25/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Sulaiman menyampaikan bahwa konsep kolaborasi sangat sejalan dengan semangat pembangunan yang saat ini diusung Pemerintah Provinsi Sumut melalui tagline “Kolaborasi Sumut Berkah”.

Menurutnya, kehadiran event berskala nasional seperti INACRAF dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan sektor kerajinan dan ekonomi kreatif di Sumatera Utara.

Baca juga: Popkot Medan 2026 Jadi Ajang Pembinaan Atlet Muda dan Dorongan Jauhi Pengaruh Negatif

Pemprov Sumut pun menyambut baik keinginan ASEPHI menghadirkan INACRAF di Kota Medan. Selain mendukung pelaksanaan kegiatan, pemerintah juga menawarkan sinergi yang lebih besar dengan PRSU agar dampak ekonomi yang dihasilkan semakin luas.

Sulaiman meminta agar pembahasan mengenai lokasi, teknis pelaksanaan, hingga konsep acara dibicarakan secara matang bersama seluruh pihak terkait.

Ia menyebutkan terdapat dua opsi pelaksanaan yang dapat dipertimbangkan oleh ASEPHI. Pertama, menggabungkan penyelenggaraan INACRAF dengan PRSU tahun 2027. Kedua, jika kegiatan ingin digelar lebih cepat, maka dapat memanfaatkan pusat perbelanjaan strategis di Kota Medan sebagai lokasi event.

Menurut Sulaiman, pengalaman saat mengunjungi INACRAF di Jakarta membuatnya melihat langsung kualitas produk kerajinan yang dipamerkan memiliki nilai tinggi dan harga yang tetap terjangkau.

Ia menilai event tersebut bukan hanya menjadi sarana promosi produk, tetapi juga membuka peluang transfer pengetahuan dan penguatan kapasitas pelaku usaha lokal.

Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan BPD ASEPHI Sumut RE Nainggolan menjelaskan bahwa ASEPHI saat ini menaungi sekitar 2.000 anggota aktif yang bergerak di bidang ekspor kerajinan.

Baca juga: Airin Rico Waas Dorong UMKM Medan Tingkatkan Kualitas dan Perluas Pasar

Ia menyebut INACRAF menjadi salah satu agenda utama ASEPHI yang selalu menarik minat pengunjung dalam jumlah besar setiap kali digelar.

Menurutnya, Kota Medan memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat penyelenggaraan pameran kerajinan nasional karena posisi strategisnya dalam jalur perdagangan.

RE Nainggolan berharap kehadiran INACRAF di Medan nantinya tidak hanya menjadi tempat transaksi produk, tetapi juga membuka ruang peningkatan kualitas pengrajin lokal melalui transfer teknologi dan pengalaman pasar.

Saat ini ASEPHI masih melakukan peninjauan lokasi yang dianggap paling tepat untuk penyelenggaraan event tersebut. Karena itu, mereka berharap dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sumut untuk membantu menentukan lokasi terbaik sekaligus mendukung suksesnya kegiatan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU