Sumatera Utara - Pembangunan Tower B Rumah Sakit Haji Medan kembali menjadi perhatian publik setelah muncul pembahasan mengenai nilai anggaran proyek tersebut. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memberikan penjelasan terkait proses perencanaan hingga skema pembiayaan pembangunan rumah sakit tersebut.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut, Erwin Hotmansah Harahap, menyampaikan bahwa pembangunan Tower B RS Haji Medan sebenarnya telah masuk dalam rencana Pemprov Sumut sejak tahun 2023. Proyek itu dipersiapkan sebagai langkah pengembangan rumah sakit agar memiliki standar pelayanan internasional.
Menurut Erwin, pengembangan tersebut bukan hanya menyangkut pembangunan fisik gedung. Perencanaan juga mencakup peningkatan fasilitas kesehatan, pengadaan alat medis, pengembangan sistem informasi rumah sakit, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ia menjelaskan, Korea Selatan dipilih menjadi investor berdasarkan rekomendasi dari Bappenas dan Kementerian Keuangan. Setelah proses tersebut berjalan, Pemprov Sumut diminta mengurus persetujuan lanjutan melalui Kementerian Dalam Negeri.
Baca juga: Komisi IX DPR RI Apresiasi Langkah Pemko Medan di Sektor Kesehatan
Erwin mengatakan, proses administrasi sempat berjalan pada masa gubernur sebelumnya. Namun penandatanganan persetujuan belum rampung karena masih terdapat persoalan administrasi yang harus diselesaikan.
Tahapan itu kemudian dilanjutkan pada masa Penjabat Gubernur Hasanudin dan Penjabat Gubernur Agus Fatoni. Akan tetapi, Kementerian Dalam Negeri saat itu menyarankan agar keputusan akhir dilakukan oleh gubernur definitif terpilih.
Menurut Erwin, Gubernur Sumut Bobby Nasution belum menandatangani permohonan tersebut karena masih membutuhkan penjelasan rinci terkait proyek pembangunan Tower B RS Haji Medan.
Terkait nilai anggaran Rp484 miliar yang ramai dibahas, Erwin menegaskan angka tersebut merupakan estimasi kebutuhan konstruksi pembangunan gedung. Nilai tersebut belum termasuk berbagai komponen pendukung lainnya
Baca juga: Jembatan Gang Damai Masuk Tahap Administratif, Warga Diharap Segera Nikmati Akses Aman
Secara keseluruhan, estimasi pembiayaan proyek bersama pengadaan alat kesehatan, sistem informasi rumah sakit, desain, hingga pengembangan SDM mencapai sekitar Rp967,3 miliar atau setara US$66.712.000.
Meski demikian, Erwin menegaskan angka tersebut belum bersifat final. Nilai pinjaman dan kebutuhan anggaran masih dapat berubah sesuai hasil tender dan perhitungan konsultan pada tahap berikutnya.
Ia juga menjelaskan bahwa skema pinjaman disusun berdasarkan kurs rupiah terhadap dolar Amerika saat proses perencanaan dilakukan, yakni sekitar Rp14.500 per dolar AS. Pinjaman tersebut dirancang dengan tenor 40 tahun dan masa tenggang pembayaran pokok selama 10 tahun.
Selain itu, bunga pinjaman disebut sangat rendah, yakni sekitar 0,05 persen per tahun. Nilai pinjaman akhir nantinya tetap bergantung pada hasil tender proyek yang akan dilaksanakan.
Erwin berharap masyarakat dapat menyikapi isu pembangunan Tower B RS Haji Medan secara bijak. Ia mengingatkan agar informasi yang berkembang tetap mengacu pada data dan fakta sehingga tidak menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA, PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA