Sabtu, 25 APRIL 2026 • 02:00 WIB

Bobby Dorong Perempuan Tampil di Publik Tanpa Tinggalkan Peran Rumah Tangga

Author

Bobby Nasution saat peringatan Hari Kartini melalui seminar bertajuk “Saatnya Perempuan Bicara” yang diselenggarakan Dinas PPPAKB, Medan, Jumat (24/4/2026). (Pemprov Sumut) 

Sumatera Utara - Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menyoroti pentingnya keseimbangan peran perempuan. Ia menilai perempuan perlu mampu berkontribusi di rumah tangga sekaligus di ruang publik.

Hal tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Kartini melalui seminar bertajuk “Saatnya Perempuan Bicara”. Kegiatan ini digelar di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut.

Acara tersebut turut dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifatul Choiri Fauzi. Sejumlah pejabat dan tokoh perempuan juga hadir dalam kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Bobby menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri PPPA. Ia menilai perhatian tersebut memberikan motivasi bagi masyarakat, khususnya kaum perempuan.

Baca juga: Bobby Nasution Tekankan Pentingnya Regulasi Jelas untuk Pengungsi

Ia juga menyinggung kunjungan Menteri yang sebelumnya meninjau lokasi pengungsian korban bencana. Hal itu dinilai sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap masyarakat.

Bobby kemudian menyoroti masih minimnya keterlibatan perempuan dalam jabatan publik. Terutama pada posisi strategis yang berkaitan dengan pengambilan keputusan.

Ia menyebut masih ada daerah di Sumut yang belum memiliki perwakilan perempuan di lembaga legislatif. Kondisi ini menunjukkan perlunya peningkatan partisipasi perempuan.

Meski demikian, ia mengapresiasi adanya perempuan yang telah menduduki posisi penting, termasuk di DPRD Sumut. Namun, jumlahnya dinilai masih belum ideal.

Bobby juga memaparkan jumlah penduduk perempuan di Sumut yang mencapai 49 persen. Dari jumlah tersebut, sebagian besar berada pada usia produktif.

Baca juga: Surya: Kreativitas Anak Muda Kunci Kemajuan Ekonomi Sumut

Menurutnya, potensi tersebut harus dimanfaatkan sebagai kekuatan pembangunan daerah. Perempuan diharapkan dapat menjadi bagian dari kepemimpinan masa depan.

Ia menegaskan bahwa tidak seharusnya ada batas antara peran domestik dan publik. Keduanya dapat dijalankan secara seimbang oleh perempuan.

Sementara itu, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi mengungkapkan data kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Sepanjang 2025, jumlahnya mencapai puluhan ribu kasus.

Ia menilai peningkatan laporan menunjukkan kesadaran perempuan untuk berbicara semakin meningkat. Namun, kondisi tersebut tetap menjadi perhatian serius.

Menurutnya, kegiatan seperti seminar ini penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Upaya pencegahan harus terus diperkuat di berbagai lini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU