Sumatera Utara - Kementerian Pertanian mulai mengambil langkah nyata untuk memulihkan sektor pertanian di Sumatera Utara yang terdampak banjir dan longsor. Upaya tersebut diwujudkan melalui program rehabilitasi lahan hortikultura, khususnya kebun cabai yang mengalami kerusakan cukup luas akibat bencana.
Fokus rehabilitasi diarahkan pada tanaman cabai karena komoditas ini memiliki peran penting dalam perekonomian masyarakat dan stabilitas harga pangan. Data menunjukkan ratusan hektare lahan cabai di Sumut terdampak langsung oleh bencana alam.
Secara rinci, luas lahan cabai yang akan direhabilitasi mencapai 436,99 hektare. Selain cabai, sebagian kecil lahan sayuran juga masuk dalam program pemulihan yang disiapkan pemerintah pusat.
Untuk mendukung percepatan rehabilitasi, Kementan menyiapkan lebih dari 1.800 saset bibit cabai. Bantuan tersebut disertai dengan dukungan pengolahan lahan agar petani dapat segera kembali berproduksi.
Baca juga: Pulihkan Pertanian Pascabencana, Kementan Fokus Rehabilitasi Cabai di Sumut
Direktur Sayur dan Tanaman Obat Kementan, M Agung Sanusi, menjelaskan bahwa langkah cepat diambil tidak hanya di Sumut, tetapi juga di wilayah terdampak lain seperti Aceh dan Sumatera Barat. Ia memastikan seluruh proses rehabilitasi cabai dapat diselesaikan dalam waktu dekat.
Menurutnya, total lahan cabai yang ditangani di Sumatera mencapai sekitar 440 hektare, dengan Sumut sebagai wilayah terdampak terbesar. Hal ini menjadi perhatian utama pemerintah pusat dalam pengendalian inflasi daerah.
Pemerintah Provinsi Sumut menyambut baik langkah tersebut. Wakil Gubernur Sumut Surya menegaskan dukungan penuh terhadap program rehabilitasi lahan hortikultura yang digagas Kementan.
Ia berharap, kolaborasi lintas sektor mampu menekan potensi kenaikan harga komoditas pangan, terutama di tengah kondisi Sumut yang masih berstatus daerah bencana.
Surya menilai pemulihan lahan pertanian menjadi kunci penting untuk menjaga daya beli masyarakat dan kestabilan ekonomi daerah. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat.
Baca juga: Sambut Natal, ASN Pemprov Sumut Berbagi Kasih di Lapas Perempuan Medan
Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir mengingatkan pemerintah daerah agar tetap bekerja keras menjaga stabilitas harga pangan. Perhatian khusus diminta untuk komoditas yang mengalami lonjakan signifikan.
Berdasarkan data BPS, kenaikan harga cabai tertinggi di Sumut terjadi di Kabupaten Nias pada minggu kedua Desember. Angkanya meningkat tajam dibandingkan periode sebelumnya.
Selain Nias, kenaikan harga juga tercatat di sejumlah kabupaten lain seperti Nias Utara, Padanglawas Utara, hingga Langkat. Kondisi ini memperkuat urgensi rehabilitasi lahan pertanian sebagai langkah pemulihan ekonomi masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA