Sumatera Utara - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman penyakit zoonosis, khususnya flu burung atau Avian Influenza.
Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan Tim Gerak Cepat (TGC) di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota agar mampu merespons potensi wabah secara cepat dan terintegrasi.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Workshop Penguatan Tim Gerak Cepat dalam Joint Outbreak Investigation (JOI) dan Respons Kejadian Luar Biasa Flu Burung yang berlangsung di Medan.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Sulaiman Harahap.
Dalam kesempatan itu, Sulaiman menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kesehatan RI, Kementerian Pertanian RI, serta sejumlah mitra pembangunan internasional yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, flu burung masih menjadi ancaman zoonosis global yang perlu mendapatkan perhatian serius dari seluruh pihak.
Baca juga: Patroli Gabungan Menyasar Tempat Hiburan untuk Cegah Penyalahgunaan Narkoba
Ia menjelaskan bahwa virus yang dapat menular dari hewan ke manusia tersebut berpotensi memberikan dampak luas terhadap kesehatan masyarakat serta stabilitas sosial dan ekonomi.
Sulaiman menilai perkembangan berbagai varian virus baru di tingkat global menjadi alasan kuat untuk terus meningkatkan kewaspadaan.
Karena itu, investigasi lapangan yang cepat dan koordinasi lintas sektor dinilai penting agar potensi penularan dapat dideteksi sejak dini.
Ia juga menyoroti karakteristik Sumatera Utara yang memiliki aktivitas peternakan, perdagangan, dan mobilitas masyarakat yang tinggi. Kondisi tersebut menjadi kekuatan ekonomi sekaligus menghadirkan risiko penyebaran penyakit zoonosis.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemprov Sumut terus mendorong penerapan pendekatan One Health atau Satu Kesehatan.
Pendekatan ini mengintegrasikan kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan kesehatan lingkungan sebagai satu kesatuan yang saling berkaitan.
Sulaiman menegaskan bahwa penanggulangan penyakit zoonosis tidak dapat dilakukan oleh satu sektor saja. Dibutuhkan kolaborasi antara berbagai pihak mulai dari sektor kesehatan, akademisi, rumah sakit, pemerintah daerah hingga mitra pembangunan internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA