Sumatera Utara - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus memperkuat hubungan kerja sama dengan Jepang, khususnya dalam bidang peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penyaluran tenaga kerja asal Sumut ke Negeri Sakura. Upaya tersebut diharapkan mampu membuka peluang yang lebih luas bagi tenaga kerja lokal untuk memperoleh pengalaman kerja dan pengetahuan industri modern.
Komitmen tersebut disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sulaiman Harahap saat menerima kunjungan perwakilan OSIN Techno Co Ltd, Ota Keizo, di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Jumat (22/5/2026).
Dalam pertemuan itu, Sulaiman menyampaikan bahwa Pemprov Sumut menyambut positif hubungan bilateral yang selama ini telah terjalin dengan pihak OSIN Techno Co Ltd. Menurutnya, kerja sama tersebut memberikan manfaat besar bagi peningkatan kompetensi tenaga kerja asal Sumut.
Baca juga: MTQ ke-40 Sumut Ditargetkan Berjalan Lancar dan Bermakna bagi Masyarakat
Ia mengatakan, para pekerja nantinya tidak hanya memperoleh kesempatan bekerja, tetapi juga dapat mempelajari sistem otomasi dan pola manajemen industri modern yang berkembang di Jepang.
“Harapannya ada transfer teknologi dan peningkatan wawasan bagi SDM Sumut melalui pengalaman kerja di Jepang,” ujar Sulaiman.
Selain itu, Pemprov Sumut juga menilai kerja sama tersebut menjadi peluang strategis untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja agar mampu bersaing di tingkat internasional.
Sementara itu, perwakilan OSIN Techno Co Ltd, Ota Keizo, menyampaikan bahwa hubungan Indonesia dan Jepang telah berlangsung cukup lama, termasuk dalam bidang ketenagakerjaan.
Menurutnya, tenaga kerja asal Indonesia selama ini dikenal memiliki etos kerja yang baik. Bahkan, pekerja asal Sumut disebut memiliki karakter rajin dan disiplin dalam bekerja.
“Kami berharap jumlah tenaga kerja dari Sumatera bisa semakin banyak seperti tenaga kerja dari Jawa dan Bali,” kata Ota Keizo.
Baca juga: Apa Saja Hewan yang Bisa Dijadikan Kurban di idul adha?
Ia juga mengungkapkan bahwa sektor pertanian di Jepang saat ini membutuhkan tambahan tenaga kerja dari Indonesia, khususnya dari wilayah Sumatera.
Kebutuhan tersebut berada di kawasan pertanian Jepang yang memiliki kondisi dan karakteristik serupa dengan wilayah pertanian di Hokkaido.
Selain melalui program pemagangan, Ota Keizo menjelaskan bahwa kini tersedia jalur resmi lain bagi tenaga kerja Indonesia untuk bekerja di Jepang, yakni melalui program pekerja ahli terampil.
Menurutnya, program tersebut membuka peluang lebih besar bagi pekerja Indonesia untuk berkarier di Jepang dengan keterampilan tertentu yang dibutuhkan industri.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Asisten Ekonomi Pembangunan Setdaprov Sumut Ardan Noor, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Sumut Yuliani Siregar, Kepala Dinas PMPTSP Sumut Nurbaiti Harahap, Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut Yosi Sukmono, serta perwakilan Lembaga Pelatihan Kerja Deruma.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA