Sumatera Utara - Capaian pembangunan literasi di Sumatera Utara menunjukkan tren yang semakin positif. Hal ini terlihat dari posisi Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) tahun 2025 yang berhasil menembus peringkat 10 nasional.
Tak hanya itu, tingkat kegemaran membaca masyarakat Sumut juga mengalami peningkatan. Dalam indikator Tingkat Kegemaran Membaca (TKM), Sumut kini berada di posisi ke-9 secara nasional.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumut, Desni Maharani Saragih, menyampaikan bahwa capaian ini mencerminkan peningkatan kualitas literasi masyarakat. Menurutnya, kondisi ini membuat Sumut semakin kompetitif dibanding daerah lain.
Ia menilai, keberhasilan ini tidak lepas dari berbagai program yang telah dijalankan secara berkelanjutan. Pemerintah daerah terus berupaya memperluas akses literasi di berbagai wilayah.
Baca juga: Genjot PAD, Pemprov Sumut Andalkan Inovasi Pajak dan Digitalisasi
Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendukung Program Unggulan Bersekolah Gratis (PUBG). Program ini turut diperkuat dengan penambahan layanan bahan bacaan digital BACA DISUMUT, khususnya di Kepulauan Nias.
Selain itu, pembinaan perpustakaan di tingkat SMA dan SMK juga terus dilakukan. Fokusnya adalah meningkatkan kualitas fasilitas dan layanan perpustakaan sekolah.
Upaya lain yang dijalankan adalah menghadirkan perpustakaan keliling. Layanan ini menjangkau masyarakat hingga ke wilayah terpencil dan sekolah rakyat.
Pemprov Sumut juga mengembangkan berbagai program literasi kreatif. Kegiatan seperti Read Aloud untuk anak usia dini menjadi salah satu langkah yang ditempuh.
Tak hanya itu, pelatihan storytelling dan membaca kritis juga diberikan. Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan literasi secara menyeluruh.
Workshop literasi media serta gerakan membaca satu buku setiap pekan juga digalakkan. Berbagai lomba seperti bertutur turut menjadi bagian dari strategi peningkatan minat baca.
Baca juga: Bobby Nasution Tekankan Pentingnya Regulasi Jelas untuk Pengungsi
Desni menegaskan bahwa pembangunan literasi tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait.
Menurutnya, literasi merupakan investasi jangka panjang. Peningkatan minat baca akan berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif. Upaya bersama dinilai penting untuk memperkuat budaya literasi di Sumatera Utara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA