Sumatera Utara - Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution meninjau pembangunan relokasi SMK Negeri 1 Gido di Desa Somi, Kabupaten Nias, Rabu (15/7/2026). Pembangunan sekolah baru tersebut dilakukan sebagai solusi atas kondisi sekolah lama yang selama ini sering terdampak banjir dan memiliki keterbatasan fasilitas.
Menurut Bobby Nasution, lokasi sekolah yang lama berada di kawasan lahan pertanian basah sehingga mudah tergenang ketika hujan turun. Selain itu, keberadaan muara di sekitar sekolah juga dinilai menimbulkan risiko bagi keselamatan warga sekolah.
"Statusnya juga lahan pertanian basah, hujan dikit langsung tergenang dan didekatnya ada muara, ada laporan pernah lihat buaya, jadi bahaya, jadi kita pindahin ke sini," ujar Bobby usai meninjau lokasi pembangunan.
Relokasi SMKN Agribisnis Perikanan Air Tawar (APAT) tersebut mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Lahan seluas dua hektare yang digunakan untuk pembangunan merupakan hibah dari warga setempat, Faonasekhi Lawolo.
Bobby menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat tersebut. Menurutnya, proses pembangunan dapat berjalan tanpa pengadaan lahan karena adanya hibah dari warga.
Baca juga: PRSU ke-50 Dorong Promosi Daerah Lewat Pameran Interaktif dan Produk UMKM
"Kami tidak ada pengadaan lahan, Pak Faonasekhi Lawolo menghibahkan tanahnya seluas 2 hektare, kami sangat berterima kasih," kata Bobby yang saat itu didampingi Bupati Nias Yaatulo Gulo.
Pada tahap pertama, pembangunan difokuskan pada sejumlah fasilitas utama yang dibutuhkan sekolah. Sarana yang dibangun meliputi ruang kepala sekolah, ruang praktik, dua ruang kelas, toilet, menara air, serta sumur bor.
Selain bangunan utama, pemerintah juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung. Di antaranya podium, area parkir, jalan lingkungan sekolah, pagar, serta sarana penunjang lainnya agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung lebih baik.
Untuk mendukung akses menuju sekolah baru, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga menghibahkan anggaran sebesar Rp5 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Nias. Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan jalan menuju lokasi sekolah.
"Setelah selesai nanti bisa langsung dipakai, kalau untuk jalan menuju ke sini kita sudah hibahkan ke Kabupaten Nias Rp5 miliar, jadi Kabupaten yang bangun," ujar Bobby.
Dalam kesempatan tersebut, Bobby Nasution juga memberikan perhatian kepada para siswa. Ia menawarkan bantuan beasiswa kepada tiga siswa SMKN 1 Gido agar dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
"Kalian mau kuliah di mana, kami akan bantu beasiswa, catet nama-namanya Pak Kadis," ucap Bobby kepada Kepala Dinas Pendidikan Sumut Alexander Sinulingga.
Pemberi hibah lahan, Faonasekhi Lawolo, mengaku bangga dapat berkontribusi dalam pembangunan sekolah di daerahnya. Ia berharap keberadaan sekolah baru nantinya mampu melahirkan generasi yang lebih maju dan membawa manfaat bagi kampung mereka.
"Mudah-mudahan anak cucu kami nanti terus bisa merasakan sekolah ini, semakin bagus, mereka semakin pintar, bisa buat maju kampung kami, buat kampung kami bangga," katanya.
Baca juga: Berkantor di Kepulauan Nias, Bobby Nasution Siapkan Peninjauan Lintas Sektor
Sementara itu, salah seorang siswa SMKN 1 Gido, Fani Putri Zelita Gulo, mengungkapkan kondisi sekolah lama memang sering menghambat proses belajar. Saat hujan turun, ruang kelas tergenang air dan atap mengalami kebocoran sehingga kegiatan belajar tidak dapat berlangsung seperti biasa.
Ia juga menjelaskan bahwa banjir turut merusak kolam laboratorium sekolah. Bibit ikan yang dipelihara hanyut terbawa banjir sehingga siswa harus kembali memulai proses pembibitan dari awal.
"Kalo hujan itu Pak, banjir, lantainya tergenang air, atapnya bocor, jadi kami ga jadi belajar, terus ikan yang dikolam untuk laboratorium kamipun ilang semua dibawa banjir, ngulang lagi kami pembibitan ikan," ujar Fani.
Pembangunan relokasi SMKN 1 Gido tahap pertama ditargetkan rampung pada November 2026. Setelah selesai, fasilitas tersebut diharapkan dapat segera digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di lokasi yang lebih aman, nyaman, dan representatif dibandingkan sekolah sebelumnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA