Rabu, 10 JUNI 2026 • 08:30 WIB

Lindungi Masyarakat dari Risiko Bencana, Bobby Tekankan Antisipasi Megathrust sejak Dini

Author

Bobby Nasution saat memberikan pembekalan kepada peserta KKDN Pasis Dikreg LV Sesko TNI Tahun Ajaran 2026 di Aula RIS Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Selasa (9/6/2026). (Pemprov Sumut) 

Sumatera Utara - Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan pentingnya upaya mitigasi terhadap ancaman Megathrust sebagai langkah perlindungan bagi masyarakat dan daerah.

Hal tersebut disampaikan Bobby saat memberikan pembekalan kepada peserta Kuliah Kerja Dalam Negeri Pasis Dikreg LV Sesko TNI Tahun Ajaran 2026 di Kantor Gubernur Sumut.

Menurut Bobby, ancaman Megathrust tidak hanya berkaitan dengan keselamatan jiwa manusia, tetapi juga berpotensi memengaruhi aktivitas ekonomi, pelayanan publik, stabilitas sosial, hingga keamanan.

Dalam pemaparannya, Bobby menjelaskan bahwa zona Megathrust merupakan wilayah pertemuan antara lempeng samudera dan lempeng benua.

Pertemuan kedua lempeng tersebut menyebabkan proses subduksi yang dapat memicu gempa bumi dengan kekuatan besar.

Baca juga: Patroli Gabungan Menyasar Tempat Hiburan untuk Cegah Penyalahgunaan Narkoba

Ia menjelaskan bahwa Megathrust memiliki sejumlah karakteristik, antara lain magnitudo yang sangat besar, terjadi di zona subduksi, memiliki patahan dangkal dan luas, serta berpotensi memicu tsunami besar.

Sebagai contoh, Bobby menyinggung gempa Megathrust yang terjadi di Aceh pada tahun 2004 yang memicu tsunami di Samudera Hindia.

Ia juga mengingatkan bahwa kawasan Mentawai dan pesisir pantai barat Sumatera termasuk wilayah yang memiliki potensi ancaman Megathrust.

Karena itu, berbagai peringatan dan informasi mengenai potensi bencana perlu menjadi perhatian seluruh pihak.

Untuk mengantisipasi risiko tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menerapkan berbagai pendekatan mitigasi.

Pendekatan yang dilakukan mencakup aspek struktural, nonstruktural, sosial budaya, hingga penguatan harmoni lintas iman di lokasi pengungsian.

Selain itu, pemerintah daerah juga terus memperkuat kebijakan dan tata kelola kebencanaan, membangun infrastruktur yang aman terhadap bencana, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, serta memperluas kolaborasi dan pemanfaatan teknologi.

Baca juga: Stadion Penuh, Timnas U-19 Berhasil Taklukkan Vietnam 2-1

Bobby turut mencontohkan penanganan bencana hidrometeorologi yang terjadi pada November 2025. Menurutnya, dampak bencana tersebut dapat ditangani melalui kerja sama berbagai pihak.

Ia menyebut jumlah masyarakat terdampak mencapai 1.803.715 jiwa, dengan 11.209 orang mengungsi, 375 orang meninggal dunia, lima orang mengalami luka-luka, dan 41 orang dinyatakan hilang.

Sebagai bagian dari percepatan pemulihan pascabencana, Pemprov Sumut mengalokasikan dukungan fiskal melalui Transfer ke Daerah untuk rehabilitasi dan rekonstruksi periode 2026 hingga 2028 sebesar Rp23,33 triliun.

Selain itu, tersedia tambahan Transfer ke Daerah tahun 2026 sebesar Rp1,134 triliun.

Wakil Komandan Sesko TNI Teguh Puji Raharjo mengatakan kegiatan KKDN diikuti oleh 60 peserta. Program tersebut bertujuan meningkatkan wawasan strategis serta kemampuan peserta dalam mendeteksi, menganalisis, dan memitigasi berbagai potensi ancaman maupun bencana di daerah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU