Sumatera Utara - Film "Samudera" mendapat apresiasi dari Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas. Film tersebut dinilai menjadi bukti bahwa talenta lokal Kota Medan memiliki kemampuan untuk menghasilkan karya sinematik secara mandiri.
Apresiasi itu disampaikan Rico Waas setelah menghadiri Gala Premier Film Samudera yang berlangsung di Sun Plaza Medan pada Rabu (3/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Rico menyaksikan langsung film bersama pimpinan perangkat daerah dan para camat di lingkungan Pemerintah Kota Medan.
Menurutnya, salah satu hal yang membuat film tersebut istimewa adalah seluruh proses produksinya dilakukan oleh putra-putri daerah Kota Medan.
Mulai dari produser, para pemain hingga proses penyelesaian akhir film dilakukan di Kota Medan.
Rico menilai pencapaian tersebut menunjukkan bahwa industri kreatif di Medan memiliki kemampuan untuk berkembang dan menghasilkan karya berkualitas.
Baca juga: Peringati HLUN ke-30, Rico Waas Kenalkan Program PKH untuk Lansia Medan
Ia mengatakan film Samudera menjadi milik masyarakat Kota Medan karena lahir dari kreativitas dan kerja keras talenta lokal.
Rico juga memberikan apresiasi khusus kepada produser film, Dewi Budiarti, yang dinilai memiliki peran besar dalam mewujudkan karya tersebut.
Menurutnya, dedikasi dan semangat yang ditunjukkan sang produser menjadi kekuatan utama yang mendorong lahirnya film Samudera.
Selain proses produksinya, Rico juga menyoroti cerita yang diangkat dalam film tersebut.
Film Samudera menghadirkan kisah yang dekat dengan kehidupan masyarakat pesisir di kawasan utara Kota Medan.
Berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan tersebut menjadi bagian dari alur cerita yang ditampilkan kepada penonton.
Rico menilai Kota Medan memiliki banyak cerita yang layak diangkat ke layar lebar dan Samudera menjadi salah satu contohnya.
Karena itu, ia berharap kehadiran film tersebut dapat menjadi pemantik bagi lahirnya sineas-sineas baru di Kota Medan.
Menurutnya, masih banyak kisah lain yang dapat digali dan dikembangkan menjadi karya kreatif.
Baca juga: Tabligh Akbar dan Semangat Dakwah Aisyiyah Dapat Apresiasi Pemko Medan
Rico juga berharap momentum ini menjadi awal yang baik bagi perkembangan industri seni dan kreatif di Kota Medan.
Di sisi lain, Sutradara Egi Fauzi Fahreza menjelaskan bahwa film Samudera tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membawa pesan penting.
Film tersebut mengangkat isu kerusakan lingkungan pesisir serta pelestarian budaya Melayu Sumatera Utara.
Egi mengatakan ide tersebut muncul setelah melihat langsung kerusakan terumbu karang yang terjadi akibat aktivitas manusia.
Selain isu lingkungan, film Samudera juga memuat pesan kepada generasi muda agar menjauhi narkoba, memperbaiki akhlak, dan berkontribusi bagi daerah masing-masing.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemko Medan