Sumatera Utara - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus memantau distribusi Minyakita agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi di berbagai daerah. Langkah pengawasan dilakukan untuk memastikan stok minyak goreng subsidi tersebut tersedia dengan harga yang sesuai ketentuan.
Melalui koordinasi lintas instansi, Pemprov Sumut menegaskan distribusi Minyakita kini mulai berjalan lebih efektif. Pemerintah juga memastikan harga di pasaran mulai menunjukkan kondisi yang lebih stabil.
Kepala Disperindag dan ESDM Sumut, Dedi Jaminsyah Putra Harahap, mengatakan pihaknya bergerak cepat menindaklanjuti arahan Gubernur Sumut terkait percepatan distribusi Minyakita.
Menurut Dedi, pemerintah ingin memastikan penyaluran minyak goreng subsidi itu tepat sasaran dan tidak mengalami hambatan di lapangan. Karena itu, seluruh pihak terkait diminta bergerak bersama mengawal distribusi.
Baca juga: Event Kicau Mania Dinilai Mampu Gerakkan Ekonomi Masyarakat
Koordinasi tersebut melibatkan Satgas Pangan Polda Sumut, Biro Perekonomian Setdaprov Sumut, Perum Bulog Sumut, ID Food, produsen, hingga distributor Minyakita di wilayah Sumatera Utara.
Dedi menjelaskan, langkah kolaboratif diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kelangkaan maupun kenaikan harga di pasar. Pemerintah ingin memastikan distribusi berjalan merata hingga ke masyarakat.
Selain itu, pihaknya juga menerima laporan mengenai hambatan distribusi ke wilayah kepulauan seperti Nias dan Gunungsitoli. Faktor biaya logistik dan kelancaran pengiriman menjadi tantangan utama dalam penyaluran ke daerah tersebut.
Meski demikian, masyarakat diminta tidak khawatir karena stok Minyakita di gudang Bulog saat ini mencapai 100 ribu liter. Pemerintah memastikan pasokan masih tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Dedi menyebut harga suplai dari Bulog berada di angka Rp14.500 per liter. Karena itu, produsen diminta memperlancar penyaluran agar distribusi ke pasar tetap stabil.
Baca juga: Panen Raya Jagung Jadi Momentum Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Pemprov Sumut juga menekankan agar distribusi tidak berhenti hanya di tingkat tertentu. Minyakita harus benar-benar sampai ke pasar pantauan agar masyarakat bisa merasakan ketersediaan barang dengan harga yang lebih terkendali.
Selain pengawasan distribusi, pemerintah juga akan melakukan sinkronisasi data antara stok yang masuk ke Bulog dan jumlah yang tersalurkan ke pasar. Langkah ini dilakukan untuk menjaga transparansi dan memastikan penyaluran berjalan sesuai mekanisme.
Pemerintah juga meminta distributor tidak menahan stok dan menyalurkan barang secara merata ke seluruh wilayah Sumut. Dengan langkah tersebut, Pemprov Sumut berharap stabilitas harga dan ketersediaan Minyakita dapat terus terjaga di tengah kebutuhan masyarakat yang tinggi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA