Sumatera Utara - Suasana haru dan khidmat menyelimuti pelepasan calon jemaah haji asal Kota Medan tahun 1447 Hijriah. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas.
Sebanyak 1.883 calon jemaah haji dilepas dalam kegiatan tersebut. Prosesi berlangsung hangat dengan nuansa kebersamaan yang terasa kuat.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran serta lantunan Talbiyah. Nuansa religius menjadi pembuka sebelum rangkaian utama dimulai.
Sejumlah pejabat dan tokoh turut hadir dalam kegiatan ini. Kehadiran mereka menambah kekhidmatan suasana.
Dalam sambutannya, Rico Waas menyampaikan pesan mendalam kepada para jemaah. Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah.
Baca juga: Sumut Raup Kenaikan PKB, Program Gebyar Pajak Jadi Pemicu
Menurutnya, kondisi fisik yang baik menjadi kunci kelancaran ibadah haji. Tanpa fisik yang prima, pelaksanaan ibadah dapat terganggu.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga solidaritas antarjemaah. Kebersamaan menjadi faktor penting dalam menghadapi perjalanan panjang.
Data menunjukkan rentang usia jemaah cukup beragam. Mulai dari usia muda hingga lanjut usia turut serta dalam rombongan.
Dengan kondisi tersebut, Rico meminta jemaah muda membantu para lansia. Kerja sama diharapkan dapat memperlancar seluruh rangkaian ibadah.
Selain itu, ia mengimbau agar jemaah menjaga pola makan. Hal ini penting untuk menghindari gangguan kesehatan.
Rico juga mengingatkan agar jemaah menghindari konflik. Ia meminta semua pihak menjaga sikap selama menjalankan ibadah.
Baca juga: Keributan KA KAMMI Disayangkan, Diharapkan Tak Terulang
Menurutnya, kesempatan berhaji adalah hal yang tidak mudah didapat. Oleh karena itu, fokus pada ibadah menjadi hal utama.
Ia juga menegaskan bahwa jemaah adalah representasi bangsa. Nama baik Indonesia harus dijaga selama berada di Tanah Suci.
Prosesi tepung tawar menjadi bagian penting dalam acara tersebut. Tradisi ini menjadi simbol doa dan harapan bagi keselamatan jemaah.
Pemerintah Kota Medan juga memberikan jaminan keamanan bagi rumah yang ditinggalkan. Hal ini dilakukan agar jemaah dapat berangkat dengan tenang.
Acara ditutup dengan pemberian cendera mata dan tausiah. Harapannya, seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali dengan selamat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemko Medan