Sumatera Utara - Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution menerima piagam penghargaan dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dalam operasi SAR bencana hidrometeorologi di Sumut.
Penyerahan penghargaan berlangsung saat audiensi bersama Kepala Kantor Basarnas RI Kelas A Medan. Pertemuan digelar di ruang kerja Gubernur di Kantor Gubernur Sumut.
Dalam kesempatan itu, Bobby menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterima. Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan penanganan bencana tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan instansi terkait menjadi kunci. Hal ini terlihat mulai dari fase tanggap darurat hingga pemulihan pascabencana.
Bobby juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana. Salah satunya melalui pelatihan mitigasi yang terstruktur.
Ia menyarankan agar rencana pendirian balai pelatihan kebencanaan dapat diprioritaskan. Terutama bagi perangkat desa yang berada di garis terdepan.
Baca juga: Penyerahan LKPD 2025, Bobby Tegaskan Disiplin Pengelolaan Keuangan
Perangkat desa dinilai memiliki peran strategis. Mereka memahami kondisi wilayah sekaligus menjadi pihak yang paling dekat dengan masyarakat.
Dengan bekal pelatihan, perangkat desa diharapkan mampu melakukan langkah antisipasi. Selain itu, mereka juga dapat bertindak cepat saat bencana terjadi.
Bobby bahkan membuka peluang pemberian insentif bagi peserta pelatihan. Insentif diberikan setelah mereka menyelesaikan pelatihan dan memperoleh sertifikat.
Pemprov Sumut juga menyatakan kesiapan dalam mendukung pembangunan fasilitas pelatihan. Hal ini menjadi bagian dari komitmen memperkuat mitigasi bencana.
Selain itu, Bobby menyoroti pentingnya validasi data korban. Ia mengakui masih sering terjadi perbedaan data antarinstansi.
Menurutnya, data yang akurat akan mempercepat penyaluran bantuan. Hal ini juga berdampak pada ketepatan langkah mitigasi yang diambil.
Baca juga: Tak Ada Lagi Tenda Pengungsian, Sumut Resmi Zero Pengungsi
Sementara itu, Kepala Basarnas Medan menyampaikan apresiasi atas respons cepat Pemprov Sumut. Ia menilai koordinasi yang terjalin berjalan dengan baik.
Basarnas juga berharap rencana pembangunan balai pelatihan dapat segera terealisasi. Program tersebut ditujukan untuk wilayah terdampak bencana di Sumut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA