Sumatera Utara - Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumatera Utara mencatat sebanyak 14.937 orang masih berada di pengungsian akibat bencana alam yang melanda wilayah tersebut.
Data tersebut diterima di Medan pada Senin dan merupakan pembaruan kondisi per 5 Januari 2026 pukul 17.00 WIB.
Ribuan pengungsi itu tersebar di tujuh kabupaten dan kota dari total 19 daerah yang terdampak bencana di Sumatera Utara.
Wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak berada di Kabupaten Tapanuli Tengah dengan 4.974 orang, disusul Kabupaten Tapanuli Selatan sebanyak 4.693 orang.
Kabupaten Langkat juga mencatat jumlah pengungsi yang cukup besar, yakni 2.856 orang. Sementara itu, Kabupaten Tapanuli Utara mencatat 1.197 orang mengungsi.
Di Kabupaten Humbang Hasundutan terdapat 855 pengungsi, sedangkan Kota Sibolga mencatat 354 orang. Kabupaten Nias menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi paling sedikit, yakni delapan orang.
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, menjelaskan bahwa data tersebut bersifat sementara dan akan terus diperbarui.
Baca juga: Kodam I/Bukit Barisan Bantu Siswa Tapteng Bangkit Pascabencana
Ia menyebutkan bahwa masing-masing daerah telah melakukan berbagai upaya penanganan bencana bersama pemangku kepentingan terkait.
Perkembangan situasi bencana, termasuk data pengungsi, akan terus diinformasikan kepada publik seiring proses penanganan yang berjalan.
Selain tujuh daerah yang masih memiliki pengungsi, Pusdalops juga mencatat total 19 kabupaten dan kota terdampak bencana alam.
Baca juga: HAB ke-80 Medan, Momentum Merawat Kerukunan di Tengah Laju Teknologi
Daerah tersebut meliputi Kota Medan, Tebing Tinggi, Binjai, Padangsidimpuan, Sibolga, serta sejumlah kabupaten seperti Deli Serdang, Langkat, hingga Mandailing Natal.
Pendataan ini menjadi bagian penting dalam memastikan penyaluran bantuan dan penanganan darurat berjalan tepat sasaran.
Pusdalops PB Sumut terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memantau kondisi di lapangan dan mendukung proses pemulihan bagi warga terdampak bencana.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA