Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 03 JANUARI 2026 • 20:39 WIB

HAB ke-80 Medan, Momentum Merawat Kerukunan di Tengah Laju Teknologi

HAB ke-80 Medan, Momentum Merawat Kerukunan di Tengah Laju TeknologiRico Tri Putra Bayu Waas menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke- 80 tingkat Kota Medan yang digelar Kementerian Agama Kota Medan di lapangan Asrama Haji Medan, Sabtu (3/1/2025). (Pemko Medan)

Sumatera Utara - Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama tingkat Kota Medan berlangsung khidmat di Lapangan Asrama Haji Medan, Sabtu. Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bertindak sebagai inspektur upacara dalam kegiatan tersebut.

Upacara ini diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kota Medan dengan mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”. Tema tersebut menjadi benang merah dalam seluruh rangkaian peringatan.

Sejumlah pejabat dan unsur Forkopimda Kota Medan turut hadir, termasuk Kepala Kemenag Kota Medan Impun Siregar serta pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Medan.

Dalam kesempatan itu, Rico Waas membacakan sambutan Menteri Agama RI Nasaruddin Umar. Ia menegaskan bahwa HAB bukan sekadar peringatan usia lembaga, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen merawat kerukunan umat.

Baca juga: Kodam I/Bukit Barisan Bantu Siswa Tapteng Bangkit Pascabencana

Kerukunan, menurut sambutan tersebut, tidak hanya dimaknai sebagai absennya konflik. Lebih dari itu, kerukunan merupakan energi kebangsaan yang lahir dari sinergi di tengah perbedaan.

Rico Waas menyampaikan bahwa Kementerian Agama memegang peran strategis sebagai penjaga nalar keagamaan dalam bingkai kebangsaan. Peran ini dijalankan melalui pendidikan keagamaan, pemberdayaan ekonomi umat, dan penguatan layanan berbasis digital.

Delapan dekade perjalanan Kementerian Agama disebut menegaskan peran lembaga ini dalam menghadirkan agama sebagai solusi atas persoalan bangsa, termasuk dalam merawat kemanusiaan dan persatuan.

Sepanjang tahun 2025, Kementerian Agama dinilai telah membangun fondasi “Kemenag Berdampak”. Transformasi digital yang dilakukan menghadirkan layanan keagamaan yang lebih transparan dan mudah diakses.

Baca juga: Desa Bandar Tarutung Kembali Terisolasi Usai Banjir Bandang

Selain itu, penguatan ekonomi umat dilakukan melalui berbagai instrumen keagamaan seperti zakat, wakaf, dan sedekah, yang berkontribusi terhadap kemandirian lembaga keagamaan dan ekonomi masyarakat.

Di bidang pendidikan, kualitas madrasah dan perguruan tinggi keagamaan terus meningkat hingga mampu bersaing dengan institusi pendidikan lainnya.

Rico Waas juga menyoroti tantangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence. Ia menekankan pentingnya penguasaan teknologi secara beretika agar AI tidak lepas dari nilai kemanusiaan dan ketuhanan.

Upacara HAB ke-80 ditutup dengan pemberian penghargaan kepada ASN Kemenag Medan serta penampilan atraksi marching band sebagai bagian dari rangkaian acara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemko Medan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

HAB ke-80 Medan, Momentum Merawat Kerukunan di Tengah Laju Teknologi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!