Sumatera Utara - Pembangunan hunian tetap bagi korban bencana hidrometeorologi di Sumatera Utara resmi dimulai. Pemerintah Provinsi Sumut berharap proses pembangunan ini dapat berjalan lancar dan selesai sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkan.
Pada tahap awal, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman akan membangun hunian di sejumlah daerah terdampak. Lokasi pembangunan tersebar di Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Selatan.
Di Kota Sibolga, hunian dibangun di kawasan GOR Olahraga Sibolga. Sementara itu, di Tapanuli Tengah pembangunan dilakukan di area Asrama Haji Pinangsori, di Tapanuli Utara berlokasi di Desa Sibalanga, dan di Tapanuli Selatan berada di Kebun Hapesong PTPN IV.
Total hunian yang dibangun pada tahap awal ini mencakup 200 unit di Sibolga, 118 unit di Tapanuli Tengah, 103 unit di Tapanuli Utara, serta 227 unit di Tapanuli Selatan. Hunian tersebut ditargetkan selesai pada awal tahun 2026.
Baca juga: Menuju ASN Profesional, Pemkab Madina Gelar Profiling Berbasis Merit
Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya menyampaikan harapan agar pembangunan hunian tetap ini dapat diselesaikan tepat waktu. Dengan demikian, warga terdampak bencana dapat segera menempati rumah baru dan tidak lagi tinggal di pengungsian.
Surya juga meminta masyarakat bersabar selama proses pembangunan berlangsung. Ia mengajak warga untuk ikut berpartisipasi dan mendukung percepatan pembangunan hunian tetap tersebut.
Menurutnya, kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci utama keberhasilan program ini. Dukungan dari TNI, Polri, BNPB, serta elemen masyarakat lainnya sangat dibutuhkan agar proses rehabilitasi permukiman berjalan optimal.
Surya menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah bahu-membahu membantu pemulihan pascabencana di Sumatera Utara. Ia menegaskan bahwa Presiden terus memantau perkembangan pemulihan bencana di daerah tersebut.
Baca juga: Pasar Murah Pemko Medan Catat Transaksi Rp3,2 Miliar, Beras hingga Minyak Laris
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menegaskan bahwa negara hadir sepenuhnya dalam upaya pemulihan. Pemerintah, menurutnya, telah mengerahkan seluruh kekuatan, termasuk koordinasi dan pembiayaan.
Maruarar berharap seluruh pihak dapat bekerja lebih cepat dan kompak dalam membantu masyarakat terdampak bencana. Ia menekankan pentingnya kecepatan kerja agar hunian dapat segera dimanfaatkan warga.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memastikan bahwa pemerintah akan membantu seluruh rumah terdampak, baik yang mengalami kerusakan ringan, sedang, maupun berat. Untuk rumah rusak berat atau hilang, pemerintah akan membangunkan hunian tetap tanpa membebani korban.
Tito juga menyampaikan bahwa pembangunan hunian tetap bagi korban bencana di Sumatera mencapai lebih dari 2.600 unit, mencakup Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Yayasan Buddha Tzu Chi dan bantuan pribadi Menteri PKP.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA