Sumatera Utara - Hari pertama Kejuaraan Atletik U18 & U20 Asia Tenggara yang digelar di Sumatera Utara (Sumut) berakhir dengan kabar membanggakan bagi Indonesia. Pada klasemen sementara, Indonesia menempati posisi kedua dengan perolehan 13 medali.
Indonesia mengumpulkan empat medali emas, empat perak, dan lima perunggu. Capaian ini membuat Indonesia berada tepat di bawah Vietnam, yang memimpin klasemen dengan enam medali emas, lima perak, dan tiga perunggu.
Ketua Pengprov PASI Sumut, David Luther Lubis, menilai hasil tersebut cukup baik. Meski demikian, ia berharap raihan medali Indonesia semakin meningkat pada hari kedua. Menurutnya, peluang Indonesia masih terbuka.
Salah satu emas Indonesia datang dari nomor lari 1.500 meter U20 putra melalui Yad Hafizudin. Emas lainnya diraih dari nomor lari gawang 110 meter U20 putra melalui Brian Bagas. Kedua atlet tersebut tampil konsisten di babak final.
Baca juga: Medan Usung Tapai Ubi sebagai Ikon Inovasi pada SDGs Action Award 2025
Pada nomor lari gawang 110 meter U18 putra, Anugerah Setiawan P juga mempersembahkan emas. Tambahan emas lainnya datang dari nomor lari 400 meter U18 putri melalui Dancelina W. Tauruy. Keempat emas ini menjadi fondasi Indonesia di klasemen.
Sementara empat medali perak diraih dari berbagai nomor. Di antaranya nomor lari 1.500 meter U20 putri, lempar lembing U18 putri, lari gawang 110 meter U18 putra, serta lari gawang 100 meter U18 putri.
Untuk perunggu, Indonesia meraih lima medali. Medali tersebut berasal dari nomor tolak peluru U18 putri, lari 400 meter U18 putra, lari 400 meter U20 putra, lompat jauh U20 putri, dan lompat jauh U18 putri.
David menyebut bahwa ini baru hari pertama. Masih banyak nomor yang akan dipertandingkan, sehingga peluang Indonesia untuk mengejar Vietnam masih sangat besar. Ia menegaskan pihaknya optimis Indonesia bisa meraih hasil lebih baik.
Baca juga: Medan Tingkatkan Mutu Layanan Publik Lewat Kerjasama Strategis dengan Ombudsman
Atlet lari 400 meter U18 putri, Dancelina W. Tauruy, mengungkapkan kebanggaannya setelah meraih emas. Meski catatan waktunya menurun karena baru bertanding di POPNAS Jakarta, ia tetap puas dengan penampilan hari itu.
Dancelina menyebut Stadion Madya Atletik Sport Centre Sumut sebagai venue yang luar biasa. Fasilitas yang lengkap dan kondisi stadion yang masih baru mendukung performa optimal para atlet Indonesia.
Kejuaraan Atletik U18 dan U20 Asia Tenggara berlangsung selama empat hari, dari 15 hingga 18 November 2025. Pada hari kedua, berbagai nomor seperti lari 1.500 meter, lari 100 meter, lompat jauh, lempar cakram, tolak peluru, dan estafet akan digelar. Semoga Indonesia dapat mempertahankan momentum positifnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA