Jumat, 14 NOVEMBER 2025 • 20:00 WIB

Medan Usung Tapai Ubi sebagai Ikon Inovasi pada SDGs Action Award 2025

Author

H Zakiyuddin Harahap ketika menerima kunjungan Tim Verifikasi dan Validasi SDGs dan Program Unggulan I-SIM Surveyor Indonesia, di Gedung serbaguna PKK, Medan Petisah, Kamis (13/11/25). (Pemko Medan) 

Sumatera Utara - Pemko Medan kembali memperlihatkan keseriusannya dalam mendorong pembangunan berkelanjutan lewat inovasi lokal yang unik. Tahun 2025, Kota Medan membawa Transformasi Tapai Ubi sebagai inovasi utama dalam ajang SDGs Action Awards (SAA) 2025.

Inovasi tersebut disampaikan dalam kunjungan Tim Verifikasi dan Validasi SDGs serta Program Unggulan I-SIM Surveyor Indonesia. Kunjungan tersebut diterima oleh Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap, mewakili Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas di Gedung PKK Medan Petisah.

Zakiyuddin menjelaskan bahwa komitmen pembangunan berkelanjutan telah ditegaskan melalui Peraturan Wali Kota Nomor 95 Tahun 2022. Regulasi itu menjadi dasar pelaksanaan rencana aksi daerah untuk mewujudkan 17 tujuan SDGs di Kota Medan periode 2022–2026.

Baca juga: Wujudkan Pekerjaan Aman, Pemko Medan Gelar FGD Bahas K3 Konstruksi

Ia menekankan bahwa pencapaian SDGs tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja. Kolaborasi berbagai pihak—pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat—menjadi kunci terwujudnya pembangunan yang inklusif dan berdampak luas.

Semangat No One Left Behind juga terus dijaga agar setiap program yang dijalankan memberikan manfaat nyata. Pemko Medan memastikan setiap upaya pembangunan memiliki target yang terukur dan berkelanjutan.

Verifikasi dan validasi data SDGs disebut sebagai bagian penting untuk menilai sejauh mana program unggulan telah mendukung tujuan pembangunan. Lewat proses ini, masukan konstruktif dapat diperoleh untuk meningkatkan kualitas berbagai program yang berjalan.

Zakiyuddin menambahkan bahwa SDGs Award 2025 mengusung tema inovasi pangan, peningkatan gizi, penguatan SDM, pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, serta pengentasan kemiskinan. Transformasi Tapai Ubi dinilai sangat relevan dengan tema tersebut.

Menurutnya, inovasi ini merupakan bentuk pengembangan kearifan lokal yang mampu memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Di saat yang sama, program ini juga menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi melalui UMKM.

Baca juga: Nila Sumut Mendunia, Malaysia Datang Belajar ke Danau Toba

Ia berharap tahun ini Kota Medan dapat meningkatkan prestasinya. Setelah meraih peringkat keenam pada tahun sebelumnya, Kota Medan berambisi meraih posisi pertama di ajang SAA 2025.

Kepala Bappeda Kota Medan, Ferry Ichsan, turut menjelaskan bahwa inovasi tapai ubi berasal dari program Sakasanwira di Medan Tuntungan. Produk ini kini menjadi simbol ketahanan pangan dan ekonomi lokal Kota Medan.

Ia menegaskan bahwa program unggulan ini memberikan kontribusi langsung terhadap capaian tujuan SDGs. Dengan terus memperkuat inovasi lokal, Kota Medan membuktikan diri sebagai kota yang terus bertransformasi menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.

Inovasi Transformasi Tapai Ubi tidak hanya mengangkat nilai tradisi, tetapi juga membuka jalan bagi kemajuan ekonomi masyarakat Medan. Program ini menjadi bukti bahwa kearifan lokal dapat menjadi penggerak pembangunan berkelanjutan yang kuat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemko Medan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU