Jumat, 14 NOVEMBER 2025 • 11:00 WIB

Kelapa hingga Sapi Potong, Sumut Rumuskan Arah Pengembangan Baru

Author

Bobby Nasution saat memimpin rapat bersama Dinas Perkebunan dan Peternakan serta Dinas Kelautan dan Perikanan di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman Nomor 41 Medan, Kamis (13/11/2025). (Pemprov Sumut)

Sumatera Utara - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kini tengah menyusun strategi besar untuk mengembangkan kawasan unggulan daerah. Upaya ini difokuskan pada tiga sektor utama yang dinilai memiliki potensi kuat, yaitu perkebunan, perikanan, dan peternakan. Ketiganya disiapkan untuk diarahkan menjadi komoditas bernilai industri.

Pada sektor perkebunan, Pemprov Sumut telah menetapkan tiga komoditas unggulan yang akan menjadi fokus utama. Komoditas tersebut adalah kelapa, kopi, dan aren, yang dianggap memiliki prospek pengembangan yang luas. Pemerintah menilai ketiganya mampu memberikan dampak ekonomi signifikan jika dikelola secara terarah.

Sementara itu, sektor perikanan juga mendapat perhatian besar dalam perencanaan. Fokus pengembangan diarahkan pada dua komoditas, yaitu ikan asin dan ikan teri. Kedua komoditas ini dinilai memiliki potensi pasar yang kuat dan dapat menjadi salah satu sumber kekuatan ekonomi daerah.

Baca juga: Wujudkan Kota Layak Anak, GPI Inisiasi Rumah Ibadah dan Madrasah Ramah Anak

Untuk sektor peternakan, pemerintah masih melakukan kajian terhadap dua opsi utama. Komoditas tersebut adalah sapi potong dan kambing sapera yang sedang ditelaah untuk dijadikan prioritas pengembangan. Pemerintah ingin memastikan pilihan yang diambil benar-benar memberikan dampak besar bagi masyarakat peternak.

Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution menjelaskan bahwa penyusunan strategi ini masih berada pada tahap awal. Pemerintah ingin merumuskan langkah yang tidak hanya bersifat sementara, tetapi berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa setiap bantuan dan program harus memberikan hasil jangka panjang.

Dalam rapat bersama Dinas Perkebunan dan Peternakan serta Dinas Kelautan dan Perikanan, Bobby menekankan pentingnya perencanaan yang matang. Menurutnya, strategi yang jelas menjadi kunci agar pengembangan sektor-sektor unggulan dapat berjalan sesuai target yang ditetapkan.

Bobby memaparkan bahwa pengembangan komoditas unggulan akan dilakukan melalui lima tahapan. Tahap pertama adalah perencanaan yang berlangsung pada periode 2025 hingga 2026. Tahapan selanjutnya meliputi pengadaan dan pembangunan infrastruktur yang dilakukan pada 2026.

Baca juga: Pemprov Sumut Siapkan Ranperda Baru untuk Perkuat Bank Sumut

Pada tahun yang sama, pemerintah juga akan melakukan penguatan sumber daya manusia. Pengembangan SDM dinilai penting agar pelaku sektor terkait siap memasuki tahap hilirisasi. Hilirisasi sendiri dijadwalkan berlangsung pada periode 2027 hingga 2028.

Jika semua tahapan berjalan sesuai rencana, pengembangan kawasan unggulan akan memasuki skala industri pada tahun 2029. Melalui proses bertahap ini, pemerintah berharap sektor perkebunan, perikanan, dan peternakan dapat bersaing di tingkat industri.

Strategi ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto serta menjadi program prioritas Gubernur Bobby Nasution dan Wakil Gubernur Surya. Pemerintah ingin memastikan bahwa arah pembangunan Sumatera Utara berjalan seiring dengan program nasional.

Di akhir pernyataannya, Bobby menegaskan bahwa program ini membutuhkan kerja keras seluruh pihak. Ia menilai bahwa meski perjalanan tidak mudah dan tidak singkat, dampaknya bagi perekonomian Sumut akan terasa signifikan pada masa mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU