Sumatera Utara - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus memperkuat sistem distribusi barang di Kepulauan Nias. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pembangunan gudang logistik di kawasan Pelabuhan Roro, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli.
Gudang logistik tersebut dirancang sebagai pusat pengendalian pasokan berbagai komoditas penting. Kehadirannya diharapkan mampu menjaga ketersediaan bahan pokok dan kebutuhan strategis lainnya ketika distribusi dari Pulau Sumatera terganggu akibat cuaca buruk.
Rencana pembangunan itu disampaikan Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution saat meninjau langsung kawasan Pelabuhan Roro, Kamis (16/7/2026). Dalam peninjauan tersebut, Bobby didampingi Wali Kota Gunungsitoli Sowa'a Laoli.
Menurut Bobby, lokasi Pelabuhan Roro memiliki posisi yang sangat strategis untuk mendukung distribusi barang di seluruh wilayah Kepulauan Nias. Selain menjadi pintu masuk logistik, kawasan tersebut juga terhubung dengan jalur darat yang menghubungkan berbagai daerah di kepulauan tersebut.
Karena itu, pemerintah menilai pembangunan gudang logistik akan memberikan manfaat yang cukup besar bagi masyarakat. Selain menjaga pasokan barang, fasilitas tersebut juga diharapkan mampu memperlancar distribusi dan meningkatkan efisiensi biaya pengiriman.
Baca juga: Pemprov Sumut Fokus Hapus Praktik Pasung ODGJ di Asahan, Tanjungbalai, dan Labura
Bobby mengatakan, perencanaan pembangunan gudang logistik akan didukung data yang akurat mengenai arus keluar masuk komoditas di Kepulauan Nias. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Sumut akan bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS).
Kerja sama tersebut dilakukan agar pemerintah memiliki gambaran yang jelas mengenai volume distribusi barang, sehingga kapasitas maupun fungsi gudang logistik dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
Menurut Bobby, keberadaan gudang logistik nantinya bukan sekadar tempat penyimpanan barang. Fasilitas tersebut juga akan berfungsi sebagai pusat pengendalian pasokan berbagai kebutuhan pokok dan komoditas strategis lainnya.
Ia menegaskan, pengendalian pasokan menjadi sangat penting karena Kepulauan Nias selama ini masih menghadapi tantangan distribusi ketika kondisi cuaca di laut tidak bersahabat. Gangguan pelayaran dari Pulau Sumatera dapat memengaruhi ketersediaan barang di wilayah kepulauan.
Dengan adanya gudang logistik, pemerintah berharap stok kebutuhan masyarakat tetap terjaga meskipun proses pengiriman mengalami keterlambatan akibat faktor cuaca. Langkah ini juga diharapkan mampu memberikan rasa aman terhadap ketersediaan bahan pokok.
Selain menjaga stabilitas pasokan, pembangunan kawasan logistik tersebut diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. Distribusi barang yang semakin efisien diyakini dapat mendukung aktivitas perdagangan sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Nias.
Baca juga: Inovasi Layanan Kesehatan Jiwa, RSJ Prof Dr M Ildrem Fokus pada Telekonseling dan Daycare
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Sumut Yuda Setiawan menjelaskan kawasan Pelabuhan Roro memiliki luas sekitar 25.915 meter persegi. Kawasan tersebut terdiri atas beberapa zona, meliputi area gudang seluas 5.668 meter persegi, area parkir 3.205 meter persegi, zona terminal 4.510 meter persegi, serta zona utilitas seluas 2.977 meter persegi.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menargetkan pembangunan sekaligus pengembangan kawasan Pelabuhan Roro mulai dilaksanakan pada tahun ini. Melalui proyek tersebut, sistem logistik di Kepulauan Nias diharapkan semakin kuat sehingga distribusi barang dapat berlangsung lebih efektif, terutama saat menghadapi kondisi cuaca yang menghambat jalur pengiriman dari Pulau Sumatera.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA