Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 21 MEI 2026 • 08:30 WIB

Menjelang Iduladha, Sumut Jaga Stabilitas Pasokan Hewan Kurban

Menjelang Iduladha, Sumut Jaga Stabilitas Pasokan Hewan KurbanSekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut, Yusfahri Perangin-Angin, pada konferensi pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di Lobby Dekranasda Kantor Gubernur Sumut, Rabu (20/5/2026). (Pemprov Sumut) 

Sumatera Utara - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memastikan ketersediaan hewan kurban menjelang Iduladha 1447 Hijriah dalam kondisi aman. Selain stok yang mencukupi, distribusi dan pengawasan kesehatan hewan juga terus diperketat agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut Yusfahri Perangin-Angin dalam konferensi pers yang digelar di Lobby Dekranasda Kantor Gubernur Sumut, Rabu (20/5/2026).

Menurut Yusfahri, stok hewan kurban di Sumut saat ini mencapai sekitar 748 ribu ekor. Jumlah tersebut dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Iduladha yang diperkirakan berkisar antara 2.500 hingga 5.000 ekor.

Selain memenuhi kebutuhan daerah sendiri, Sumatera Utara juga menjadi salah satu pemasok hewan kurban untuk provinsi lain. Beberapa daerah tujuan distribusi di antaranya Sumatera Barat dan Riau.

Baca juga: Sumut Dorong Industri Sawit Lebih Produktif Tanpa Merusak Lingkungan

Pada Iduladha tahun ini, Presiden RI juga menyalurkan bantuan hewan kurban untuk masyarakat Sumut. Total terdapat 34 ekor sapi kurban yang disiapkan melalui program bantuan masyarakat tersebut.

Sebanyak 33 ekor sapi dialokasikan untuk masing-masing kabupaten dan kota di Sumut. Sementara satu ekor lainnya diberikan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Yusfahri menjelaskan sapi bantuan tersebut memiliki bobot yang besar, mulai dari sekitar 800 kilogram hingga mencapai satu ton. Seluruh hewan kurban itu berasal dari peternak lokal di Sumatera Utara.

Ia mengatakan para peternak di Sumut sebenarnya sudah mempersiapkan ketersediaan sapi kurban berukuran besar sejak dua tahun terakhir. Namun, distribusi masih dilakukan melalui sistem subsidi silang karena belum semua daerah mampu menyediakan stok sendiri.

Beberapa wilayah seperti Nias, Tapanuli, dan Sibolga masih mendapatkan suplai dari daerah lain seperti Simalungun, Langkat, dan Binjai. Langkah tersebut dilakukan agar distribusi hewan kurban tetap merata.

Selain memastikan stok aman, Pemprov Sumut juga memperketat pengawasan kesehatan ternak. Hewan kurban harus dipastikan sehat, tidak cacat, bebas penyakit, dan memenuhi syarat usia sebelum dipotong.

Baca juga: Sumut Pastikan Pasokan Minyakita Aman Hingga ke Wilayah Kepulauan

Untuk sapi, usia minimal yang diperbolehkan adalah dua tahun, sedangkan kambing minimal satu tahun. Pemerintah juga mendorong proses penyembelihan dilakukan sesuai standar kesehatan dan syariat.

Karena itu, masyarakat disarankan melakukan penyembelihan di Rumah Potong Hewan yang memiliki juru sembelih bersertifikat. Meski begitu, pemerintah memahami tradisi penyembelihan di masjid dan tanah lapang masih menjadi bagian dari perayaan Iduladha di masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Menjelang Iduladha, Sumut Jaga Stabilitas Pasokan Hewan Kurban

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!