Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 07 FEBRUARI 2026 • 22:19 WIB

Penataan Perkotaan Serius Digarap, Pariwisata Sumut Didorong Makin Kompetitif

Penataan Perkotaan Serius Digarap, Pariwisata Sumut Didorong Makin KompetitifBobby Nasution saat acara Rencana Aksi Daerah Penataan Kawasan Perkotaan dan Kawasan Pariwisata di Aula Raja Inal Siregar, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Jumat (6/2/2026). (Pemprov Sumut)

Sumatera Utara - Penataan kawasan perkotaan kembali menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution menilai tata kota yang tertata baik memiliki dampak besar terhadap kemajuan pariwisata, iklim investasi, serta daya saing daerah.

Isu ini mengemuka setelah pelaksanaan Rapat Koordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026. Dalam forum tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto memberikan arahan tegas agar daerah lebih serius membenahi kawasan perkotaan sebagai wajah pembangunan nasional.

Arahan tersebut sejalan dengan perhatian Bobby Nasution terhadap kondisi kota-kota di Sumatera Utara, khususnya kawasan Medan Raya yang meliputi Medan, Binjai, dan Deliserdang. Wilayah ini bahkan ditetapkan sebagai salah satu daerah percontohan program waste to energy.

Baca juga: Sungai Deli Dibersihkan, Pemko Medan Ajak Semua Pihak Jaga Lingkungan

Menurut Bobby, arahan Presiden terkait penataan kota bukanlah hal baru, melainkan telah disampaikan berulang kali. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya isu tata kota dalam pembangunan berkelanjutan.

Dalam pemaparannya, Bobby mengidentifikasi sedikitnya tujuh persoalan utama yang kerap ditemui di kawasan perkotaan. Persoalan tersebut meliputi pengelolaan sampah, kawasan kumuh, reklamasi liar, kabel utilitas yang semrawut, penerangan jalan, penataan reklame dan billboard, serta sistem drainase.

Ia menekankan bahwa masalah reklame dan kabel utilitas harus diatur secara tegas agar tidak menumpuk di satu titik dan merusak estetika kota. Koordinasi lintas sektor dinilai mutlak diperlukan untuk menyelesaikan persoalan ini.

Bobby juga mendorong pemanfaatan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) sebagai solusi ketika keterbatasan anggaran daerah menjadi kendala. Skema ini dinilai dapat diterapkan untuk pengelolaan sampah maupun penerangan jalan.

Baca juga: Pemko Medan Ingatkan Warga Bantaran Sungai Deli Soal Larangan Buang Sampah

Selain aspek teknis, Bobby mengajak seluruh ASN, TNI, dan Polri untuk terlibat aktif menjaga kebersihan kota. Menurutnya, penataan kawasan pariwisata membutuhkan kerja kolektif dan strategi khusus.

Ia bahkan menyarankan pembentukan badan pengelola kawasan bagi daerah yang memiliki destinasi wisata unggulan agar pengelolaan lebih terarah dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sumut Surya, Pj Sekdaprov Sumut Sulaiman Harahap, Forkopimda Sumut, serta 17 kepala daerah kabupaten/kota se-Sumatera Utara.

Dengan komitmen bersama, Pemprov Sumut berharap penataan kawasan perkotaan dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan daerah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Penataan Perkotaan Serius Digarap, Pariwisata Sumut Didorong Makin Kompetitif

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!