Sumatera Utara -Perubahan zaman yang berlangsung cepat menuntut generasi muda untuk memiliki kemampuan beradaptasi yang tinggi. Hal inilah yang ditekankan Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, saat menyampaikan kuliah umum di Binus University Medan. Menurutnya, adaptasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan utama agar generasi muda mampu bertahan dan berkembang di era yang penuh dinamika.
Bobby menjelaskan bahwa perkembangan teknologi, perubahan ekonomi global, serta pergeseran sosial terjadi dengan sangat cepat. Tanpa sikap adaptif, generasi muda akan tertinggal dan sulit bersaing. Oleh karena itu, ia mengajak mahasiswa untuk terus membuka diri terhadap perubahan dan tidak terpaku pada pola lama.
Selain adaptasi, Bobby juga menyoroti potensi besar sektor hilirisasi industri. Menurutnya, hilirisasi merupakan peluang strategis yang dapat meningkatkan nilai tambah sumber daya yang dimiliki Indonesia. Hilirisasi tidak selalu berarti membangun pabrik besar atau menggunakan teknologi supercanggih, tetapi bagaimana mengolah potensi yang ada agar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Baca juga: Pemprov Sumut Dorong Pemulihan Pascabencana Lebih Aman dan Berkelanjutan
Ia mencontohkan bahwa inovasi sederhana namun tepat sasaran justru sering kali memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Di sinilah peran generasi muda sangat dibutuhkan, terutama dalam menciptakan produk kreatif yang memiliki daya saing.
Lebih jauh, Bobby mengaitkan peran generasi muda dengan visi besar Indonesia Emas 2045. Ia menegaskan bahwa bonus demografi yang dimiliki Indonesia harus dimanfaatkan secara optimal. Jika momentum ini gagal dimaksimalkan, kesempatan Indonesia untuk menjadi negara maju akan semakin sulit terulang.
Namun demikian, Bobby juga mengingatkan agar generasi muda tidak terjebak pada tekanan sosial dan perbandingan yang berlebihan. Setiap individu memiliki jalannya masing-masing, dengan capaian dan proses yang berbeda. Menikmati proses dan terus belajar menjadi kunci dalam perjalanan menuju kesuksesan.
Baca juga: Keselamatan Kerja Jadi Sorotan dalam Peringatan Bulan K3 di Sumut
Ia menekankan bahwa pembelajaran tidak hanya terjadi di ruang kelas. Kehidupan kampus harus dimaknai lebih luas, termasuk melalui pengalaman organisasi, kegiatan sosial, hingga interaksi di luar lingkungan akademik. Semua pengalaman tersebut merupakan bekal penting dalam membentuk karakter dan kompetensi.
Rektor Binus University, Nelly, turut menegaskan bahwa tantangan bangsa ke depan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk peran aktif generasi muda. Ia berharap mahasiswa tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku perubahan yang mampu mendorong kemajuan Sumatera Utara dan Indonesia secara keseluruhan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA