Sumatera Utara - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menaruh perhatian serius terhadap potensi kenaikan harga bahan pokok menjelang Ramadan dan Idulfitri. Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution mengingatkan seluruh pemerintah daerah agar memastikan ketersediaan stok kebutuhan pokok tetap aman.
Setiap tahun, periode Ramadan dan Idulfitri kerap diikuti peningkatan permintaan bahan pangan. Kondisi ini tidak hanya dipicu kebutuhan masyarakat Sumut, tetapi juga permintaan dari provinsi lain yang bergantung pada pasokan dari daerah ini.
Dalam rapat tingkat tinggi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumut, Bobby menegaskan pentingnya menjaga agar pasokan tidak berkurang di wilayah sendiri. Menurutnya, distribusi yang tidak terkendali dapat berujung pada kelangkaan dan lonjakan harga.
Ia meminta seluruh daerah benar-benar mengawasi arus keluar komoditas strategis. Sumut sebagai daerah produsen harus memastikan kebutuhan masyarakat lokal terpenuhi terlebih dahulu.
Baca juga: Bantuan Kaltim Percepat Pemulihan Warga Terdampak Bencana di Sumut
Sebagai langkah konkret, Bobby mendorong pemanfaatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). BUMD dinilai mampu berperan sebagai penyangga dengan membeli hasil panen langsung dari petani menggunakan harga yang kompetitif.
Sejumlah komoditas yang kerap memicu inflasi seperti cabai, tomat, bawang merah, daging sapi, telur, dan ayam menjadi fokus perhatian. Penguatan peran BUMD diharapkan dapat menahan komoditas tersebut agar tidak keluar daerah.
Bobby juga menekankan pentingnya pengawasan distribusi dengan melibatkan aparat penegak hukum. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting agar kebijakan pengendalian inflasi berjalan efektif.
Data inflasi per awal Januari 2026 menunjukkan tren yang lebih baik. Angka inflasi Sumut tercatat 3,81 persen, turun cukup signifikan dibandingkan akhir tahun sebelumnya.
Baca juga: Bobby Nasution Tekankan Peran Strategis Generasi Muda di Era Dinamis
Menurut Bobby, capaian tersebut bukan sekadar angka statistik, melainkan hasil kerja sama semua pihak dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan.
Sementara itu, Bank Indonesia Perwakilan Sumut menekankan perlunya konsistensi daerah dalam menjalankan peta jalan pengendalian inflasi. Enam kesepakatan strategis telah disusun untuk menghadapi tekanan harga menjelang hari besar keagamaan.
Langkah-langkah tersebut meliputi peningkatan pasar murah, penguatan pasokan daging, pengendalian tarif, hingga sistem peringatan dini inflasi. Seluruh kebijakan diarahkan agar masyarakat dapat menjalani Ramadan dan Idulfitri dengan lebih tenang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA