Sumatera Utara - Sumatera Utara memiliki kekayaan alam yang tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga menyimpan potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat olahraga berbasis alam. Salah satu cabang olahraga yang kini mulai mendapat perhatian serius adalah lari trail. Dalam Musyawarah Provinsi Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) Sumatera Utara, olahraga ini dinilai mampu menjadi penggerak prestasi atlet sekaligus pendorong sektor pariwisata daerah.
Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, menegaskan bahwa karakter geografis Sumut yang didominasi pegunungan, hutan, dan jalur alam terbuka merupakan modal strategis yang jarang dimiliki daerah lain. Kawasan seperti Danau Toba, Bukit Lawang, Berastagi, hingga lintasan alam di berbagai kabupaten/kota dinilai sangat ideal untuk lintasan lari trail berstandar nasional bahkan internasional.
Menurutnya, penyelenggaraan event lari trail bukan hanya soal kompetisi olahraga, tetapi juga berdampak langsung terhadap ekonomi masyarakat. Kehadiran atlet, ofisial, dan wisatawan mendorong okupansi hotel, pergerakan UMKM, hingga pertumbuhan ekonomi kreatif lokal. Kolaborasi antara olahraga dan pariwisata ini menjadi konsep sport tourism yang dinilai efektif menggerakkan ekonomi daerah.
Baca juga: Kolaborasi Pemda Sumut Dipuji Mendagri, Pemulihan Berjalan Cepat
Di sisi prestasi, Surya juga mengapresiasi pencapaian atlet ALTI Sumut yang mampu bersaing di papan atas pada ajang eksibisi PON XXI 2024. Namun, ia mengingatkan bahwa prestasi tersebut harus dijaga melalui pembinaan jangka panjang dan berkelanjutan. Menghadapi PON XXII 2028 di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat, pembinaan atlet sejak usia dini menjadi kunci utama.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat ALTI, Bima Arya Sugiarto, mengingatkan pentingnya keselamatan dalam olahraga lari trail. Meningkatnya popularitas cabang olahraga ini diiringi dengan fenomena pelari yang kurang memahami risiko medan ekstrem. Menurutnya, lari trail bukan sekadar aktivitas olahraga, melainkan tantangan fisik dan mental yang membutuhkan kesiapan matang.
Baca juga: Pemprov Sumut Resmikan Huntara di Tapsel, Langkah Nyata Bangkitkan Korban Bencana
Ia menekankan perlunya standardisasi kompetisi, kualifikasi atlet, serta edukasi keselamatan bagi peserta dan penyelenggara. Lari trail dapat melintasi gunung, sungai, hingga ratusan kilometer tanpa jeda istirahat yang cukup, sehingga pengelolaan event harus dilakukan secara profesional.
Ketua KONI Sumut, Hatunggal Siregar, menyambut baik bergabungnya ALTI sebagai anggota resmi KONI Sumut. Ia berharap ALTI mampu memenuhi persyaratan agar dapat dipertandingkan secara resmi pada PON mendatang.
Bagi ALTI Sumut sendiri, Musprov ini menjadi momentum refleksi dan konsolidasi. Ketua Umum ALTI Sumut, Hendry Wahyudi, menggambarkannya sebagai “water station” dalam sebuah perlombaan panjang. Sebuah titik untuk mengevaluasi, memperkuat strategi, dan memastikan organisasi tetap berada di jalur yang benar menuju prestasi nasional dan internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA