Sumatera Utara - Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menyampaikan perhatian khusus terhadap mahasiswa yang terdampak bencana alam di wilayah Sumut.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri pelantikan Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) periode 2026–2031 di Medan, Rabu.
Di hadapan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Fauzan, Bobby meminta adanya kebijakan relaksasi biaya pendidikan bagi mahasiswa terdampak bencana.
Ia menilai kebijakan tersebut penting untuk menjaga keberlanjutan pendidikan generasi muda pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025.
Baca juga: Gubernur Sumut Ingatkan Pentingnya Administrasi dalam Pemulihan Pascabencana
Menurut Bobby, dampak bencana tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga memengaruhi kondisi ekonomi keluarga mahasiswa.
Karena itu, ia berharap adanya keringanan pembayaran uang kuliah agar semangat belajar mahasiswa tidak menurun.
Bobby menegaskan bahwa relaksasi biaya pendidikan menjadi langkah strategis agar mahasiswa tetap fokus menimba ilmu di tengah kondisi sulit.
Selain isu pendidikan, Gubernur Sumut juga menekankan pentingnya keterkaitan antara dunia akademik dan kebutuhan dunia kerja.
Ia menyebutkan bahwa lulusan perguruan tinggi ke depan harus siap bekerja, berinovasi, bahkan menciptakan lapangan kerja baru.
Menurutnya, Sumut membutuhkan tenaga ahli untuk mendukung sektor hilirisasi agar hasil perkebunan tidak lagi dijual mentah.
Baca juga: Pemulihan Dipercepat, Pemprov Sumut Dorong Relokasi Korban Bencana
Sementara itu, Prof. Fauzan menantang kepemimpinan USU agar mampu menjadi jawaban atas persoalan masyarakat.
Ia menilai kampus harus bergerak lebih progresif dan menjadi ekosistem sosial yang relevan dengan dinamika zaman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA