Beras SPHP (ANTARA/M.Sahbainy Nasution)
Sumatera Utara - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara terus mengintensifkan penyaluran beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Langkah ini dilakukan untuk menjaga kestabilan harga beras di tengah kondisi pascabencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumut.
Pemimpin Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto, menyampaikan bahwa izin penyaluran beras SPHP masih berlanjut hingga 2026.
Menurutnya, bencana alam yang terjadi menyebabkan hambatan distribusi pangan, sehingga perlu langkah antisipatif agar harga tetap terkendali.
Baca juga: Lewat APCS 2026, Sumatera Utara Perkenalkan Budaya dan Pariwisata ke Mancanegara
Bulog pun memfokuskan penyaluran beras SPHP ke daerah-daerah terdampak guna menormalkan harga di pasaran.
Budi menjelaskan bahwa jalur distribusi kini telah menjangkau sejumlah wilayah, seperti Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Utara, dan Tapanuli Selatan.
Setiap hari, Bulog Sumut menyalurkan sekitar 200 hingga 300 ton beras SPHP untuk menjaga keseimbangan pasokan.
Baca juga: Tingkatkan Pelayanan, PLN Benahi Jaringan Listrik Rantauprapat
Sejak Januari 2026, total penyaluran beras SPHP di Sumut telah mencapai 3.761 ton.
Sementara secara nasional, penyaluran beras SPHP untuk tahun 2026 tercatat sebesar 1,5 juta ton.
Untuk mempercepat distribusi, Bulog menggandeng berbagai mitra, termasuk Gerakan Pangan Murah, pengecer pasar rakyat, dan gerai pangan binaan pemerintah daerah.
Selain itu, BUMN yang bergerak di sektor pangan juga dilibatkan dalam penyaluran beras SPHP.
Budi berharap kerja sama tersebut dapat mempercepat distribusi hingga ke daerah pelosok Sumut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA