Sumatera Utara - Rapat evaluasi penanganan banjir besar di Kota Medan digelar pada malam hari di Posko Penanganan Banjir, Gedung PKK Kota Medan. Rapat ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas. Seluruh peserta rapat memusatkan perhatian pada perbaikan sistem penanganan bencana menyusul banjir terbesar yang melanda kota tersebut pada 27 November 2025. Evaluasi ini juga menjadi dasar dalam mempersiapkan langkah pencegahan menghadapi cuaca buruk pada 1–9 Desember 2025.
Rico Waas menegaskan bahwa banjir yang terjadi merupakan situasi paling serius yang pernah dialami Medan. Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah kembali meninjau apa saja yang kurang pada saat kejadian. Menurutnya, kejadian besar seperti ini harus menjadi titik balik agar penanganan kebencanaan semakin terarah. Sikap preventif menjadi fokus utama yang ia tekankan kepada seluruh jajaran.
Dalam rapat tersebut, Rico secara khusus menyoroti dua persoalan penting: komunikasi dan pemadaman listrik. Kedua masalah ini dinilai memperburuk proses penanganan banjir. Ia meminta seluruh instansi terkait memastikan kejadian serupa tidak kembali muncul. Koordinasi lintas sektor diminta untuk diperkuat sejak dini.
Selain itu, pasca banjir juga meninggalkan permasalahan lain, yakni tumpukan sampah di berbagai titik. Sampah-sampah tersebut terbawa arus banjir dan menumpuk hingga mengganggu aktivitas warga. Rico menginstruksikan agar pembersihan dilakukan segera dan tanpa menunda. Setiap perangkat daerah diminta bekerja terarah dan terukur.
Baca juga: Pemko Medan Mantapkan Kesiapan Jalankan Arahan Rakornas Mitigasi Bencana & Nataru 2026
Masalah kesehatan juga tidak luput dari perhatian. Rico meminta Puskesmas dan rumah sakit bergerak aktif melakukan jemput bola. Pemeriksaan kesehatan harus dilakukan kepada warga yang mulai mengalami penurunan kondisi setelah banjir. Ia menekankan bahwa tindakan cepat bisa mencegah potensi masalah lebih besar.
Rico juga menekankan pentingnya data akurat terkait jumlah warga terdampak dan besarnya kerugian. Menurutnya, setiap pekerjaan harus memiliki dokumentasi yang jelas. Data tersebut akan menjadi pedoman dalam merancang kebijakan lanjutan. Ia menegaskan tidak boleh ada kekeliruan dalam proses pendataan.
Menghadapi prediksi cuaca buruk pada 1–9 Desember, Rico memerintahkan para camat di Medan Utara untuk mulai melakukan langkah mitigasi. Tempat pengungsian berkapasitas besar harus segera disiapkan. Dapur umum juga harus dibangun secepat mungkin untuk mengantisipasi kebutuhan warga. Ia meminta pembagian bantuan dilakukan teliti agar benar-benar tepat sasaran.
Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap, menambahkan bahwa Pemko Medan harus bersiap menghadapi kondisi terburuk. Menurutnya, cuaca ekstrem tidak dapat diprediksi, sehingga langkah persiapan harus maksimal. Ia menekankan pentingnya antisipasi untuk meminimalkan dampak bencana. Salah satu hal yang ia soroti adalah kebutuhan perahu karet bermesin besar.
Baca juga: Bobby Nasution Pimpin Langsung Aksi Cepat Tangani Bencana di Tapteng
Perahu karet bermesin dianggap krusial untuk proses evakuasi. Zakiyuddin menyebut bahwa alat tersebut dapat mempercepat penyelamatan warga di titik-titik rawan. Evaluasi peralatan dan ketersediaannya menjadi hal yang tidak boleh diabaikan. Ia meminta agar semua perangkat segera memeriksa keadaan armada masing-masing.
Dalam rapat tersebut, para camat, terutama yang bertugas di Medan Utara, juga diminta melaporkan situasi terkini di wilayah mereka. Update lapangan dibutuhkan agar penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi nyata. Selain itu, camat juga diminta menjelaskan langkah antisipasi yang telah disiapkan. Setiap wilayah diharapkan memiliki rencana mitigasi yang jelas dan terstruktur.
Rapat evaluasi ini menjadi momentum penting bagi Pemko Medan untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana. Dengan pengalaman banjir besar, seluruh perangkat daerah diminta bekerja lebih responsif. Harapan besar diletakkan pada koordinasi yang lebih solid pada masa mendatang. Rico menutup rapat dengan komitmen penuh memperbaiki seluruh kekurangan yang ditemukan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemko Medan