Sumatera Utara - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pusat dan Daerah yang digelar Kementerian Dalam Negeri. Rakornas ini berlangsung secara hybrid dan membahas dua fokus utama: mitigasi bencana hidrometeorologi serta persiapan menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Rapat dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Hadir pula Ketua DPRD Kota Medan, Kapolrestabes Medan, Kajari Medan, Dandim 0201/Medan, Sekda Kota Medan, serta pimpinan perangkat daerah lainnya. Seluruh unsur Forkopimda mengikuti jalannya rakor secara lengkap.
Dalam arahan utamanya, Tito menegaskan bahwa Rakornas menjadi langkah strategis dalam memperkuat kesiapsiagaan daerah. Ia menyampaikan bahwa dalam beberapa minggu terakhir telah terjadi dua bencana besar yang melanda Indonesia, termasuk di Jawa Tengah dan wilayah Sumatera.
Bencana banjir bandang dan longsor di Cilacap dan Banjarnegara menjadi salah satu perhatian. Selain itu, bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat juga menjadi sorotan dalam rapat tersebut. Tito mengingatkan bahwa bencana dapat terjadi kapan saja sehingga kesiapan daerah harus maksimal.
Baca juga: Jelang Nataru, Bulog Sumut Jamin Stok Pangan Tetap Terkendali
Terkait momentum Nataru, Tito mengingatkan tingginya mobilitas masyarakat. Ia menyoroti potensi kemacetan, kelangkaan pangan, meningkatnya aktivitas wisata, hingga risiko keselamatan di ruang publik. Semua itu memerlukan sinergi kuat antarsektor.
Setelah rapat, daerah diminta segera melakukan konsolidasi dengan seluruh unsur Forkopimda. Koordinasi ini diperlukan untuk mengantisipasi potensi bencana dan menjaga keamanan selama periode Natal dan Tahun Baru. Tito menekankan bahwa pemerintah daerah tidak boleh bekerja sendiri.
Wamenko Polhukam, Lodewijk F. Paulus, turut memberikan arahan lanjutan. Ia memaparkan enam pendekatan strategis yang harus dijalankan daerah. Pendekatan tersebut meliputi deteksi dini, patroli terpadu, pengamanan humanis, kolaborasi lintas instansi, monitoring real-time, hingga posko responsif 24 jam.
Baca juga: Bobby Nasution Pastikan Bantuan Bencana Langsung Dikirim ke Titik-Titik Krisis
Lodewijk juga menekankan lima langkah prioritas nasional selama momentum Nataru. Langkah tersebut termasuk menjaga soliditas Forkopimda, koordinasi antar instansi, pengamanan jalur transportasi, keamanan tempat ibadah, serta stabilitas sosial masyarakat.
Sejumlah kementerian dan instansi teknis turut menyampaikan paparan terkait mitigasi dan kesiapan Nataru. BMKG, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pariwisata, Basarnas, Kementerian Pangan hingga PLN memberikan masukan sesuai bidang masing-masing.
Rico Waas menyampaikan bahwa Pemko Medan siap menindaklanjuti seluruh arahan pemerintah pusat. Ia menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor akan segera dilakukan. Fokus utama saat ini adalah penanganan banjir yang tengah terjadi di Kota Medan.
Dalam menyambut Nataru, Pemko Medan juga akan menjaga kelancaran transportasi, stabilisasi harga pangan, kesiapan layanan kesehatan, serta keamanan tempat ibadah dan ruang publik. Rico memastikan bahwa aktivitas masyarakat selama Nataru akan dijaga agar tetap aman dan tertib.
Ia menutup dengan menegaskan komitmen Pemko Medan menjalankan seluruh arahan pusat secara optimal. Dengan kolaborasi bersama Forkopimda, Rico optimistis Kota Medan dapat menghadapi potensi bencana dan perayaan Nataru dengan baik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA