Warga Marelan mulai membersihkan tempat yang terkena banjir. (Pemko Medan)
Sumatera Utara - Penanganan pasca banjir besar di Kecamatan Medan Marelan kini memasuki tahapan pemulihan yang lebih intensif. Setelah puncak banjir pada 27 November, warga mulai kembali ke rumah masing-masing untuk melakukan pembersihan. Pergerakan warga ini terlihat sejak sore hari setelah air mulai surut di sejumlah titik.
Camat Medan Marelan, Zulkifli S. Pulungan, mengungkapkan bahwa pihaknya terus memantau situasi di lapangan. Fokus pemantauan dilakukan di titik pengungsian dan dapur umum yang kini jumlahnya semakin berkurang. Ia menyebut hanya tersisa 14 titik pengungsian yang masih aktif.
Sebanyak 13 titik berada di Kelurahan Terjun, sementara satu titik lainnya berada di Kelurahan Paya Pasir. Meskipun sebagian besar warga sudah kembali, pemerintah memastikan keberlangsungan layanan bagi warga yang belum dapat pulang ke rumah. Bantuan makanan cepat saji tetap dikirimkan setiap hari.
Zulkifli menjelaskan bahwa pengiriman logistik terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi. Ia menegaskan tidak boleh ada warga yang terabaikan dalam masa pemulihan ini. Semua bantuan disalurkan sesuai kebutuhan di setiap titik pengungsian.
Selain memastikan ketersediaan logistik, pemerintah bersama TNI dan Polri juga melakukan pemantauan lokasi yang masih digenangi air. Mereka memastikan tidak ada warga yang terjebak atau membutuhkan bantuan mendesak. Koordinasi dilakukan sepanjang hari untuk memastikan keamanan warga.
Baca juga: Sumut Perkuat Jejaring Global, Hainan Jadi Mitra Utama Komoditas Unggulan
Petugas Puskesmas turut turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Zulkifli menyebut munculnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di kalangan warga yang terdampak. Pemeriksaan dilakukan untuk mencegah kondisi kesehatan memburuk.
Tahap pemulihan kini berfokus pada pembersihan fasilitas umum yang vital. Zulkifli menjelaskan bahwa sejumlah lokasi telah dibersihkan, termasuk sekolah, masjid, mushola, puskesmas, dan kantor camat. Pembersihan tersebut dibantu oleh petugas Damkarmat Kota Medan.
Ia menegaskan bahwa hingga malam sebelumnya, ada lima lokasi yang sudah selesai dibersihkan. Pembersihan dilakukan dengan alat dan tenaga tambahan agar fasilitas bisa segera digunakan kembali. Langkah ini dinilai penting agar aktivitas masyarakat dapat pulih lebih cepat.
Baca juga: Harga Gabah Dijamin Stabil, Petani Asahan Dapat Tambahan Bantuan Alat
Selanjutnya, pemerintah berencana menggerakkan masyarakat untuk melakukan gotong royong. Zulkifli menyebut upaya gotong royong sedang dipersiapkan untuk membantu membersihkan lingkungan perumahan warga. Hal ini dilakukan agar proses pemulihan berlangsung lebih cepat dan merata.
Upaya pemulihan ini diharapkan membawa keadaan Marelan kembali seperti semula. Pemerintah dan masyarakat terus berkoordinasi agar semua tahapan dapat berjalan lancar. Zulkifli menegaskan bahwa pihaknya akan terus bekerja hingga seluruh warga pulih dari dampak banjir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA