Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 27 NOVEMBER 2025 • 00:50 WIB

Harga Gabah Dijamin Stabil, Petani Asahan Dapat Tambahan Bantuan Alat

Harga Gabah Dijamin Stabil, Petani Asahan Dapat Tambahan Bantuan AlatGubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution laksanakan gerakan tanam padi di Desa Rawang Lama, Kecamatan Rawang Panca Arga, Kabupaten Asahan, Selasa (25/11/2025). (Pemprov Sumut) 

Sumatera Utara - Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, kembali menegaskan komitmennya terhadap sektor pertanian melalui kunjungan kerja ke Desa Rawang Lama, Kecamatan Rawang Panca Arga, Asahan. Pada Selasa, 25 November 2025, ia melaksanakan gerakan tanam padi sekaligus berdialog dengan kelompok tani setempat untuk mendengarkan aspirasi mereka secara langsung.

Dalam dialog tersebut, Bobby mendengarkan berbagai tantangan yang dihadapi enam kelompok tani. Mulai dari persoalan biaya operasional, kebutuhan irigasi, hingga usulan jenis bantuan yang paling dibutuhkan. Ia menegaskan bahwa pemerintah hadir bukan hanya untuk memberikan bantuan, tetapi juga untuk menjaga stabilitas harga demi kesejahteraan petani.

Salah satu poin penting dalam kunjungan itu adalah penegasan mengenai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah. Bobby menyampaikan bahwa harga gabah sebesar Rp6.500 per kilogram telah ditetapkan pemerintah pusat sebagai bentuk perlindungan terhadap petani. Kebijakan tersebut dibuat agar harga beras tetap stabil dan tidak mengalami lonjakan yang merugikan masyarakat.

Baca juga: Dorong UMKM Kreatif, Dekranasda Sumut Fokus Perkuat Kerajinan Lokal

Bobby menjelaskan bahwa fokus pemerintah provinsi adalah menekan biaya produksi petani agar keuntungan mereka meningkat. Untuk itu, pemerintah memberikan bantuan bibit padi hibrida yang mampu meningkatkan hasil panen dalam satu hektare lahan. Selain itu, enam unit Hand Tractor juga diserahkan kepada kelompok tani untuk mengurangi beban operasional dan mempercepat pengolahan lahan.

Dalam pertemuan itu, petani juga mengeluhkan persoalan irigasi yang belum optimal. Menanggapi hal tersebut, Bobby meminta Pemerintah Kabupaten Asahan segera menyelesaikan persoalan tata batas lahan. Ia menekankan bahwa pembangunan irigasi tidak dapat berjalan tanpa kejelasan batas lahan yang menjadi dasar hukum pembangunan.

Sementara itu, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar memberikan laporan terkait perkembangan sektor pertanian di wilayahnya. Ia menjelaskan bahwa terdapat 847 hektare lahan pertanian yang tersebar di lima kecamatan. Produksi pertanian Asahan pun terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun.

Baca juga: Dari Murid Jadi Wali Kota: Rico Waas Rayakan Hari Guru dengan Haru

Menurut data yang disampaikan, pada tahun 2024, hasil pertanian Asahan mencapai sekitar 99.126 ton. Angka tersebut meningkat sekitar 6,34% pada tahun 2025, dengan estimasi produksi mencapai 105.105 ton. Data ini menunjukkan bahwa sektor pertanian di Asahan memiliki potensi besar jika terus didukung dari aspek infrastruktur maupun kebijakan.

Bupati juga mengatakan bahwa pembangunan irigasi saluran sekunder telah mencapai 90%. Namun, kendala mengenai kelancaran air di Kecamatan Meranti masih terjadi. Balai Wilayah Sungai saat ini tengah melakukan pencucian saluran irigasi untuk menambah debit air ke lahan pertanian.

Salah satu hambatan lainnya adalah konflik lahan antara masyarakat dan perkebunan PTPN 4. Permasalahan ini tengah dibahas secara musyawarah agar penyelesaiannya tidak merugikan kedua pihak. Penyelesaian konflik ini sangat penting agar perbaikan irigasi dapat berjalan maksimal.

Di akhir laporan, Bupati Taufik menyampaikan terima kasih atas bantuan bibit padi hibrida dari pemerintah provinsi. Ia berharap penggunaan bibit unggul tersebut memungkinkan petani meningkatkan frekuensi panen menjadi dua kali setahun, bukan lagi dua kali dalam tiga tahun. Dengan begitu, pendapatan masyarakat dapat meningkat secara signifikan.

Dengan berbagai bantuan dan kebijakan yang diberikan, kunjungan Gubernur Bobby Nasution menjadi langkah nyata untuk memperkuat produktivitas petani Asahan. Pemerintah berharap kombinasi antara stabilitas harga, infrastruktur pertanian, dan bibit unggul dapat membawa sektor pertanian Asahan semakin berkembang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Harga Gabah Dijamin Stabil, Petani Asahan Dapat Tambahan Bantuan Alat

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!