Sumatera Utara - Sumatera Utara mencatat capaian penting dalam literasi dan inklusi keuangan pada tahun 2025. Wakil Gubernur Surya menyampaikan bahwa daerah ini telah mencapai angka 80%, sebuah pencapaian yang dinilai selaras dengan target nasional menuju inklusi keuangan 98% pada 2045.
Menurut Surya, pembangunan inklusi keuangan telah menjadi agenda strategis pemerintah. Karena itu, ia menegaskan bahwa target jangka panjang tidak mungkin tercapai tanpa sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku industri jasa keuangan.
Pada acara Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025 di Medan, Surya menjelaskan bahwa serangkaian kegiatan seperti fun walk, expo layanan keuangan, dan edukasi masyarakat menjadi langkah konkret untuk memperluas akses keuangan formal.
Ia menambahkan bahwa BIK tahun ini juga menyoroti akses permodalan, khususnya melalui program perumahan tiga juta rumah. Pemerintah dan pelaku industri dianggap telah menunjukkan dukungan kuat dalam memperluas akses layanan keuangan.
Baca juga: Sumut Matangkan Pembangunan Masjid Raya sebagai Pusat Peradaban Islam
Surya turut menekankan pentingnya gerakan satu rekening satu pelajar. Menurutnya, budaya menabung sejak dini akan memberikan dampak besar bagi peningkatan inklusi keuangan.
Ketua OJK Sumut, Khoirul Muttaqien, memberikan penjelasan lebih rinci mengenai capaian tersebut. Literasi keuangan Sumut berada pada angka 66,46%, sementara inklusi telah mencapai 80,51%.
Khoirul menyampaikan bahwa OJK telah menggelar 87 kegiatan di 22 kabupaten/kota untuk mendukung peningkatan literasi. Namun ia mengingatkan adanya ancaman baru yang harus diwaspadai masyarakat.
Baca juga: Buku RE Nainggolan: Inspirasi Integritas untuk ASN Muda
Ancaman tersebut meliputi investasi ilegal, pinjaman online ilegal, dan judi online. Berdasarkan data yang disampaikan, ribuan laporan terkait investasi dan pinjol ilegal tercatat baik secara nasional maupun di Sumut.
Khoirul juga memaparkan data PPATK 2024 yang menunjukkan tingginya jumlah pemain judi online di Sumut, mulai dari pelajar hingga ASN. Nilai transaksi mencapai lebih dari Rp1 triliun.
Dengan kondisi tersebut, ia mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memberikan data pribadi serta tidak mudah tergiur penawaran yang tidak jelas. Masyarakat juga didorong untuk menghubungi saluran resmi OJK jika membutuhkan bantuan.
Acara BIK 2025 ditutup dengan Fun Walk yang diikuti berbagai lembaga keuangan, perbankan, dan OPD Sumut. Kegiatan ini sekaligus memperkuat semangat kolaborasi menuju peningkatan literasi dan inklusi keuangan secara berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA