Sumatera Utara - Kegiatan bedah buku biografi RE Nainggolan menjadi ruang penting untuk memahami lebih jauh sosok birokrat yang berpengaruh di Sumatera Utara. Acara ini berlangsung di Mini Hall Kampus Utama Universitas Prima Indonesia (UNPRI), menghadirkan Pj Sekdaprov Sumut Sulaiman Harahap sebagai tamu kehormatan.
Dalam sambutannya, Sulaiman menegaskan bahwa bedah buku tidak hanya sebatas membaca karya tertulis, tetapi juga menggali nilai strategis yang membentuk karakter seorang tokoh. Menurutnya, RE Nainggolan telah meninggalkan jejak kuat dalam perjalanan birokrasi dan pembangunan Sumut.
Ia menilai keteguhan sikap serta komitmen nilai moral dari sosok tersebut menjadi rujukan bagi generasi birokrasi berikutnya. Nilai integritas, ketegasan, dan kedisiplinan disebut sebagai fondasi yang patut diinternalisasi para akademisi dan mahasiswa.
Sulaiman kemudian menjabarkan tiga nilai strategis yang dapat dipetik dari perjalanan hidup RE Nainggolan. Nilai pertama adalah keyakinan, yang menurutnya berhubungan erat dengan kekuatan moral dan keteguhan prinsip seorang pemimpin.
Baca juga: Penguatan Bantuan Hukum: Sumut Hadirkan 5.700 Posbakum di Seluruh Daerah
Nilai kedua adalah perjuangan, yang menggambarkan bahwa tugas birokrasi adalah kerja kemanusiaan. Ia menekankan bahwa keberanian mengambil risiko dan mendahulukan kepentingan masyarakat merupakan bagian penting dari etika pelayanan publik.
Nilai ketiga yakni pengabdian, yang ditegaskan sebagai makna utama dari sebuah jabatan. Menurutnya, jabatan bukanlah bentuk kemewahan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Selain memberikan pandangan mendalam, Sulaiman juga menyoroti pentingnya kegiatan akademik seperti bedah buku sebagai sarana pembentukan kecerdasan berpikir. Ia berharap mahasiswa dapat menyerap nilai-nilai keteladanan dari sosok RE Nainggolan.
Wakil Rektor III UNPRI, Refi Ikhtiari, turut menyampaikan apresiasi atas kehadiran Sekdaprov Sumut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk melihat teladan nyata dalam dunia birokrasi.
Baca juga: Sejarah Terukir: Atletik Indonesia Menang Besar di Stadion Madya Sumut
Ia menyebut buku biografi ini dapat menjadi literasi penting untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Semangat perjuangan RE Nainggolan, menurut Refi, menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkontribusi bagi masyarakat.
Acara bedah buku ini pada akhirnya diharapkan mampu memperkuat pemahaman akademisi tentang pentingnya nilai moral dan kepemimpinan. Dengan kisah hidup seorang tokoh birokrat, mahasiswa dapat belajar langsung dari pengalaman nyata.
Melalui kegiatan ini, universitas tidak sekadar menghadirkan diskusi intelektual, tetapi juga ruang pembentukan karakter. Wawasan yang dibagikan diyakini bermanfaat dalam mempersiapkan generasi birokrasi yang lebih berintegritas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA