Sumatera Utara - Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menyampaikan apresiasi atas dukungan Komisi VII DPR RI yang mendorong Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) masuk ke dalam kalender event nasional Kementerian Pariwisata. Dukungan tersebut disampaikan saat kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI ke lokasi penyelenggaraan PRSU ke-50 di Medan.
Menurut Bobby, penyelenggaraan PRSU tahun ini memiliki arti penting karena menjadi yang pertama pada masa kepemimpinannya sebagai Gubernur Sumut. Selain itu, pelaksanaan PRSU juga menjadi momentum untuk membangkitkan kembali kegiatan yang sempat terdampak pandemi Covid-19.
Ia menilai PRSU tidak hanya menjadi tempat penyelenggaraan hiburan, tetapi juga ruang yang mempertemukan berbagai potensi yang dimiliki Sumatera Utara. Mulai dari kekayaan budaya, sumber daya manusia, hingga sektor ekonomi kreatif dapat ditampilkan dalam satu rangkaian kegiatan.
Bobby menjelaskan bahwa keberagaman budaya di Sumatera Utara menjadi salah satu kekuatan utama yang layak diperkenalkan secara lebih luas. Beragam etnis hadir melalui pakaian adat, kirab budaya, hingga pertunjukan tari yang memperlihatkan kekayaan budaya daerah.
Baca juga: Zakiyuddin Harahap Apresiasi Gedung Baru Scholaris sebagai Dukungan bagi Kemajuan Pendidikan
Menurutnya, kekayaan tersebut merupakan modal penting untuk memperkuat identitas daerah sekaligus memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Karena itu, ia berharap PRSU dapat menjadi bagian dari agenda nasional agar promosi budaya Sumatera Utara semakin luas.
Selain mengapresiasi dukungan dari Komisi VII DPR RI, Bobby juga mengingatkan seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Sumatera Utara agar memberikan dukungan maksimal terhadap penyelenggaraan PRSU. Ia menilai seluruh daerah memiliki tanggung jawab yang sama untuk menyukseskan kegiatan tersebut.
Bobby menyoroti masih adanya paviliun daerah yang belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, menurutnya, fasilitas tersebut dapat menjadi media untuk memperkenalkan berbagai potensi unggulan yang dimiliki masing-masing daerah kepada para pengunjung.
Ia juga mengajak seluruh daerah mengesampingkan ego sektoral. Baginya, keberhasilan PRSU bukan hanya menjadi keberhasilan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, tetapi merupakan keberhasilan seluruh masyarakat Sumatera Utara yang ikut mempromosikan daerahnya.
Apabila PRSU berhasil masuk ke dalam kalender event nasional, Bobby meyakini manfaatnya akan dirasakan lebih luas. Selain meningkatkan promosi budaya, kegiatan tersebut juga berpotensi menjadi penggerak ekonomi melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Usai mengikuti pertemuan, Bobby bersama rombongan Komisi VII DPR RI melanjutkan kunjungan dengan meninjau sejumlah paviliun kabupaten dan kota. Beberapa di antaranya adalah Paviliun Kabupaten Asahan, Kabupaten Karo, serta Kabupaten Deliserdang yang turut menampilkan potensi daerah masing-masing.
Sementara itu, Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, menilai PRSU yang kini memasuki usia ke-50 tahun perlu terus bertransformasi. Menurutnya, penyelenggaraan PRSU harus berkembang menjadi kegiatan yang profesional sekaligus mampu memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.
Baca juga: Rico Waas Dorong Warga Medan Tingkatkan Kompetensi demi Raih Peluang Kerja Lebih Luas
Evita menyebut PRSU telah berkembang menjadi etalase budaya, pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif yang melibatkan seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Utara, bahkan menghadirkan partisipasi dari Pulau Pinang, Malaysia. Karena itu, ia mengusulkan adanya grand design pengembangan lima hingga sepuluh tahun ke depan agar PRSU mampu berkembang menjadi pusat pameran, perdagangan, seni, budaya, serta ekonomi kreatif yang dapat menarik wisatawan, pembeli, maupun investor dari dalam dan luar negeri.
Di sisi lain, Direktur Utama PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU), Very Indrawan, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Komisi VII DPR RI terhadap penyelenggaraan PRSU. Ia menjelaskan bahwa PRSU ke-50 diikuti oleh 33 paviliun kabupaten dan kota serta satu paviliun negara sahabat. Seluruh kegiatan dilaksanakan melalui skema kemitraan tanpa menggunakan APBD. Hingga hari keenam pelaksanaan, jumlah pengunjung mencapai 25.447 orang dengan nilai transaksi ekonomi lebih dari Rp511 juta. Capaian tersebut dinilai menunjukkan perputaran ekonomi yang positif dan diharapkan terus meningkat hingga penutupan kegiatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA