Sumatera Utara - Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya menegaskan bahwa keluarga yang tangguh menjadi fondasi utama dalam menghadapi berbagai tantangan global yang terus berkembang. Menurutnya, penguatan keluarga merupakan kebutuhan yang tidak dapat ditunda di tengah perubahan zaman yang ditandai dengan disrupsi digital dan ancaman siber.
Hal tersebut disampaikan Surya saat memimpin upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di halaman Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Senin (29/6/2026).
Dalam kesempatan itu, Surya menegaskan bahwa ketangguhan keluarga bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan. Menurutnya, keluarga yang kuat menjadi benteng utama agar bangsa tetap mampu menghadapi berbagai perubahan yang terjadi di tingkat global.
Baca juga: Aktivitas Tambang Tanpa Izin di Galang dan Sergai Dihentikan, Pemprov Sumut Siapkan Pembinaan
Membacakan amanat Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga dengan mengenakan pakaian wastra Nusantara, Surya menjelaskan bahwa Indonesia saat ini sedang berada pada fase bonus demografi. Pada periode tersebut, jumlah penduduk usia produktif 15 hingga 64 tahun mendominasi struktur penduduk nasional.
Ia mengatakan momentum tersebut harus dimanfaatkan secara tepat agar memberikan manfaat bagi pembangunan. Apabila tidak dikelola dengan baik, bonus demografi berpotensi berubah menjadi tantangan berupa meningkatnya angka pengangguran maupun kriminalitas.
Untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, Surya menyampaikan tiga pilar utama pembangunan keluarga. Pilar pertama adalah memperkuat upaya pencegahan stunting melalui pemenuhan gizi seimbang sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan.
Pilar berikutnya ialah mengembalikan fungsi keluarga sebagai tempat pertama bagi anak dalam mempelajari nilai kejujuran, integritas, serta kedisiplinan. Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi penerus.
Selain itu, keluarga juga harus menjadi tempat yang memberikan rasa aman secara emosional sehingga anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Baca juga: Kahiyang Ayu Ingin Kader PKK Lebih Fokus Memberdayakan Masyarakat melalui SIPANDA
Surya turut memberikan perhatian kepada para kepala keluarga, khususnya para ayah. Ia menilai peran seorang ayah tidak hanya terbatas sebagai pencari nafkah, tetapi juga harus hadir secara psikologis dan spiritual dalam proses pengasuhan anak.
Ia mengingatkan masyarakat mengenai fenomena fatherless country, yaitu kondisi ketika ayah hadir secara fisik di rumah, tetapi tidak memiliki keterlibatan emosional dalam kehidupan anak. Karena itu, Surya mengajak para ayah untuk meluangkan waktu bersama keluarga, meletakkan gawai saat berada di rumah, berdialog dengan anak, serta menjadi sahabat bagi mereka.
Menurutnya, lemahnya pengasuhan dan penggunaan gawai tanpa pengawasan dapat memicu berbagai persoalan sosial di kalangan remaja. Tawuran, perundungan, geng motor, seks bebas, hingga penyalahgunaan narkoba dinilai menjadi tanda melemahnya fungsi keluarga dalam membentuk karakter anak.
Surya menegaskan bahwa ketahanan keluarga merupakan benteng utama dalam menghadapi berbagai persoalan tersebut. Ia menilai keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas moral dan mental generasi yang akan melanjutkan pembangunan di masa depan. Karena itu, penguatan keluarga harus terus menjadi perhatian bersama agar mampu melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA