Kamis, 18 JUNI 2026 • 17:00 WIB

Sumut Usulkan Program Pelatihan dan Standarisasi Halal di IMT-GT

Author

Kabag Kerjasama Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah, Ahmad Yamin dalam temu pers yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di lobby Dekranasda, kantor Gubernur Sumut, Rabu (17/6/2026). (Pemprov Sumut) 

Sumatera Utara - Sumatera Utara akan menjadi tuan rumah Pertemuan Tingkat Menteri Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle atau IMT-GT ke-32 yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026 di Medan.

Momentum tersebut dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk mendorong sejumlah gagasan yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi kawasan. Salah satu usulan yang diajukan adalah memasukkan konsep produk dan layanan halal ke dalam blueprint IMT-GT.

Usulan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari agenda strategis yang melibatkan berbagai negara dan sektor dalam kerja sama ekonomi kawasan.

Kepala Bagian Kerjasama Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Ahmad Yamin menyampaikan bahwa gagasan tersebut sejalan dengan komitmen Sumatera Utara dalam membangun ekosistem ekonomi yang inklusif dan berdaya saing.

Menurutnya, penguatan sektor halal dapat menjadi salah satu cara untuk memperluas manfaat kerja sama yang terjalin melalui IMT-GT.

Baca juga: Program PMT Jadi Langkah Mendukung Tumbuh Kembang Anak Usia Dini di Medan

Yamin menjelaskan bahwa sebelumnya telah dilakukan rapat koordinasi awal yang melibatkan sepuluh provinsi di Sumatera. Pertemuan itu membahas berbagai potensi daerah yang dapat disinergikan dalam program IMT-GT.

Dari hasil pembahasan tersebut, terdapat delapan konsep kerja sama yang akan diusulkan masuk ke dalam blueprint IMT-GT. Bidang tersebut meliputi pertanian dan agribisnis, pariwisata, produk dan layanan halal, infrastruktur dan transportasi, perdagangan dan investasi, lingkungan, sumber daya manusia dan budaya, serta transformasi digital.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menempatkan tiga bidang sebagai fokus utama usulan, yakni pertanian, pariwisata, serta produk dan layanan halal.

Yamin mencontohkan sektor pertanian melalui komoditas kopi asal Sumatera Utara yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan dan diperkuat dalam kerja sama kawasan.

Selain itu, Sumut juga menyoroti pentingnya pengembangan pariwisata halal. Penguatan sektor tersebut dinilai mampu menarik perhatian pasar regional maupun global.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga mengusulkan pelaksanaan program edukasi dan penguatan kapasitas sumber daya manusia terkait produk dan layanan halal di daerah ini.

Program tersebut dapat diwujudkan melalui pelatihan, pembinaan, pendampingan standar, hingga kolaborasi kelembagaan yang mendukung pengembangan sektor halal.

Baca juga: Perubahan Siswa Sekolah Rakyat dalam 10 Bulan Bikin Rico Waas Terkesan

Yamin menilai langkah tersebut akan membantu meningkatkan kualitas produk dan layanan sekaligus membuka peluang investasi yang lebih luas.

Ia juga menyebut bahwa pelatihan standarisasi produk dan layanan halal yang dilakukan di Danau Toba dapat memberikan manfaat bagi sektor pariwisata dan generasi Sumatera Utara.

Melalui penguatan konsep produk dan layanan halal, IMT-GT diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan daya saing produk halal, pengembangan pariwisata, peningkatan kapasitas SDM, serta pertumbuhan ekonomi yang lebih luas.

Karena itu, Sumatera Utara berharap konsep produk dan layanan halal dapat menjadi bagian dari arah kebijakan IMT-GT pada masa mendatang sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh kawasan yang terlibat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU